FF/S/Nuna’s Diary (page 1-2)

annyeong~~ kikikiki *ngikik ala kunti*

hehehe, ini adalah awal cerita gmn caranya nama saya jd ‘Taemznuna’. awalnya sh karena iseng buat nh ff. dan sepertinya juga FF ini bakal mendominasi isi site ini.

Tentang Nuna’s Diary …

cerita ny ttg nuna (yang diperankan oleh saya^^ *malu2*) dan taemin:

kkkk…. cerita ny nh si taemin ama nuna ny tinggal berdua di rumah mereka…

nuna, yang ternyata brother-complex ama ade ny (begitu juga taemin yang sister-complex ama nunanya, kekeke) ceritanya dia ngebikin diary ttg keseharian dia ama ade nya *baca:taemin* di rumah mereka yang aman, tentram dan damai, dan nuna ny ini bakal ngebuka isi diary-nya ini dalam beberapa page.

cerita Nuna’s Diary sendiri belum bisa dibilang tamat, soal nya selama saya masi punya obsesi jadi nuna-nya taemin (yang ga bakal kesampean) FF ini bakal lanjut terus karna imajinasi saya tentang taemin jga ga abis2, hehe *hug taemin+kisu*

>taemin:errmhh~! nuna–emmh!

——sensor——

Nuna’s Diary udah pernah d post sbelumnya di FB saya: Nurul Taemznuna

OKEH, selamat baca aja dh 🙂

= Nuna’s Diary =

Page: 1-2

Cast:

  • NUNA
  • TAEMIN

Genre: Family, Incest

= = =

Aku membuka pintu kamarnya.

“Taeminnie? aku pulang~”

Dia berbaring di kasurnya, sepertinya tertidur. Kudekati dia lalu kuperhatikan wajah malaikatnya itu. Matanya tertutup rapat. Ada yang tidak beres. Pasti dia pura-pura tidur. Iseng, kututup hidungnya dengan tanganku. Dia mulai gelagapan.

“Buhaa~!!”

“Hahahaha~~!!” aku tertawa dengan keras.

“Nuna mau membunuhku!” ujarnya sambil duduk, mulutnya manyun. Aku menangkap bibirnya itu dengan tanganku.

“Mau membohongiku? Mana bisa..” kataku enteng sambil duduk di sampingnya.

“Hehe..”, Taemin nyengir, “Dari mana nuna tahu kalau aku tak tidur?” tanyanya.

“Dari indra ke-enamku..” kataku sambil menunjuk kepalaku, mataku kusipitkan sedikit untuk menambah kesan mistis. Bibirnya manyun lagi.

“Nuna~ Aku serius~” rengeknya.

Aku tersenyum melihatnya. “Gwiyeopta~” ujarku sambil memainkan hidungnya. Dia tersenyum lebar, dari dulu dia suka sekali kalau aku memainkan hidungnya. Sebentar kemudian dia tertawa kecil.

“Jangan tertawa. Mana pr mu?” ujarku tiba-tiba. Dia mengeratkan pelukannya pada gulingnya.

“Eopsoyo” katanya sambil menggeleng. Senyumnya mengembang.

“Jangan bohong~” kataku.

“Aniyo~” katanya, “Aku tak bohong, Nuna. Jinjja~”, dua jarinya yang mengacung ke atas membuatku percaya. Senyumnya mengembang lagi.

“Geurae~ Aku akan tidur kalau begitu” kataku sambil berdiri.

Dia membaringkan tubuhnya dan menarik selimut ke bawah dagunya. Aku menepuk-nepuk selimut itu, membuatnya terbungkus rapi. Dia tersenyum memperhatikanku. “semoga mimpi indah” kataku kemudian. Dia tersenyum.

“Ppoppo, Nuna?” ujarnya.

“Kau manja sekali!” ujarku ketus, tapi kudekatkan juga wajahku untuk mencium pipinya.

“Nuna, kau bau” katanya tiba-tiba. Aku menjitak kepalanya

“Aigo~” katanya sambil menutup mata dan menggosok kepalanya dengan tangannya. Dia mengintip dan tersenyum.

“Jal jayo” kataku.

“Nado, Nuna. Johahae”

Aku tersenyum dan keluar dari kamarnya.

~~~

“Nuna-nim~~” Taemin menghampiriku. Aku mengalihkan pandanganku dari kain-kain yang sedang kucuci. Pasti ada maunya.

“Mwoya?” kataku kasar.

“Nuna jangan begitu~” katanya, dia merangkul pundakku. Sebentar kemudian dia nyengir, “Nuna~~” katanya manja.

“Katakan apa maumu” kataku. Taemin tersenyum.

“Aku ingin kita buat foto box, aku tak punya foto berdua denganmu~” nada manjanya terdengar lagi. Aku berpikir sebentar.

“Boleh saja. Kapan?”

“Sekarang” katanya tiba-tiba. Aku menghembuskan napas berat.

“Tak bisa” kataku singkat.

“Waeyo~?”, taemin mulai merengek.

“Taeminie~~”, nadaku sinis.

“Ne” jawabnya polos. Matanya membesar karena bersemangat.

Gwiyeopta~, erangku dalam hati.

“Baju siapa yang aku cuci sekarang ini?” lanjutku.

“Bajuku”

“Lalu siapa yang akan meneruskan semua ini kalau kita pergi?”

“Mollayo”, wajahnya polos sekali saat mengatakan itu, “Tapi bukankah bisa dilanjutkan nanti nuna? Di luar mendung, kalau kita tak pergi sekarang, aku takut hujan turun~”, wajahnya yang miris meluluhkan hatiku.

“Ani! Kau harus menunggu. Ini sebentar lagi siap. Sabarlah. Aku janji setelah ini kita akan pergi.”

“Jeongmalyo?” katanya.

“Ne~”

“Johahae, nuna~”, taemin lalu mengecup pipiku dan segera pergi ke ruang depan. Dia bersenandung. Aku geleng-geleng kepala melihatnya.

###

Nuna’s Diary selanjutnya: Nuna’s Diary <page 3-9>

기다리세요~^^

Advertisements

4 thoughts on “FF/S/Nuna’s Diary (page 1-2)

  1. ah, siapa yg tahan punya dongsaeng seimut Taemin .. Aku juga mau nyuciin bajunya Taemin, hehe . siapa tw aku nemu ‘sesuatu’ di keranjang cucian hehe .
    Jadi nih ceritanya si Taemin ama nuna nya tuh punya hubungan special gitu. Mereka itu sodara kandung atao tiri ? umma appa nya mana ?

    Aaah, fotonya manis banget siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhh …

  2. Kyaaaaaaa… Sumpah mereka b’2 manis banget… Hahaha. G berhenti senyum-senyum baca ini FF. (♥▿♥ʃƪ)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s