FF/S/Nuna’s Diary (page 10-11)

= Nuna’s Diary =

Page: 3-9

Cast:

* NUNA
* TAEMIN

Genre: Family, Incest

= = =

“aigo~ kau berat taemin! Sana!” aku berusaha mendorongnya. Taemin langsung berdiri.

“mianhaeyo nuna~” ucapnya dengan wajah bersalah.

“gwaenchanha~ aigo~” aku sedikit mengerang sambil memegang bahuku yang sakit, “ sudah sana—“

“nunaa~~” taemin memelukku lagi.

“mwoya ig—aissh!! Taeminie!!” aku mencoba melepaskan tangannya yang memelukku erat.

“nuna~ aku tak tahu kenapa tenagaku meningkat begini~ mianhae nuna~ mianhae~~”

“gwaenchanha~ sekarang lepaskan dulu aku! Aissh~!”

Tenaga taemin memang lebih kuat, tak seperti biasanya. Daritadi aku tak bisa melepaskan diriku dari dekapannya.

Taemin akhirnya melepas pelukannya.

“mianhae~~” katanya sambil menunduk.

“sudah sana! Aku mau istirahat!” ujarku ketus sambil merebahkan badanku. Kupeluk gulingku.

Taemin masih belum beranjak. Dia malah memperhatikanku dengan muka imutnya.

“sana, sana~” aku mendorongnya pelan dengan kakiku.

Mulutnya manyun.

“yeongmi pabo!” katanya sambil berlari.

Apa katanya? Yeongmi? Pabo??

“ya!!” aku meneriakinya.

BLAMM!!

“LEE TAEMIN~~!!!”

“hahahahaha~~” suara tawanya terdengar menjauh.

Aku menggeleng-gelengkan kepala dan merebahkan badanku lagi. Anak nakal.

~~~

Aku terbangun saat jam menunjukkan pukul 7pm. Lama sekali aku tertidur. Kepalaku jadi sakit.

Aku mengambil handuk yang tergantung di atas kursi. Aku yakin siraman shower akan menghilangkan sakit kepalaku. Biasanya memang begitu.

Saat aku keluar kamar, taemin tak kelihatan. Suasana sepi sekali. Mungkin dia pergi.

Dengan masih terkantuk-kantuk aku berjalan ke kamar mandi. Aku menggaruk kepalaku yang gatal sebelum membuka pintu kamar mandi. Dan saat pintu kubuka lebar, taemin melihatku. Dia di sana, di dalam kamar mandi. Mataku membesar dan segera kututup pintu.

“yaa!! Taeminie! Kalau mau mandi kunci dulu pintunya!! Aissh~!!” aku berteriak dari luar pintu dan berjalan menuju sofa.

Aku menghidupkan televisi, mencari channel yang menarik, tapi jujur saja, pikiranku bukan pada channel-channel itu.

Aku melihatnya.

Ya ampun, aku melihatnya.

Taemin bertelanjang dan aku melihatnya.

Salah siapa ini?

Aigoo~~

Tapi…

Lumayan besar juga..

Aku memukul kepalaku sendiri dengan remote.

“pabo, pabo, pabo!” gumamku.

Aissh~ apa-apaan otakku ini?

Gambar taemin minus busana tadi tergambar lagi di mataku. Dia sedang mengusap sabun ke perutnya saat dia menoleh padaku tadi.

“AAAIISSH~~!!” teriakku sambil menutup wajah dengan handuk.

“nuna gwaenchanha?” tanya taemin tiba-tiba. Dia baru keluar dari kamar mandi dan sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.

Aku langsung menoleh.

Dia memakai baju abu-abu yang kebesaran, itu favoritnya. Tapi entah kenapa tubuh mulusnya yang tadi kulihat semakin jelas di mataku saat aku melihatnya memakai baju kebesaran itu.

Aku mengerutkan alisku.

“aissh~ taeminie~ harusnya tadi kau mengunci pintu~ aissh~” erangku. Aku membenamkan wajahku ke handukku.

“waeyo, nuna? Kau kan nuna-ku. Dulu juga kau melihatnya kan? Aku ‘kan dongsaeng-nya nuna. Tak masalah bagiku” katanya enteng.

Aku mengangkat kepalaku dan terdiam sambil melihatnya. Lama aku hanya menatapnya.

Setelah sekian detik, aku beranjak dari kursi dan berjalan mendekatinya. Tepat di depannya aku berhenti. Aku menatapnya dalam-dalam. Sebentar kemudian aku mengangguk-anggukkan kepalaku.

“benar juga,” kataku, “kau dongsaeng-ku. Aku nuna-mu. Dulu juga aku melihatnya. Tak jadi masalah kalau begitu”. Aku menunjuk dirinya dan diriku sendiri saat mengatakan itu. “tapi, taeminie,” tambahku lagi, aku letakkan salah satu tanganku di pundaknya, “bagaimanapun juga nuna harus minta maaf padamu karena melihat-‘nya’. Mianhaeyo”

Taemin mengangguk pasti, “gwaenchanha, nuna”, wajah imutnya sudah muncul lagi.

“tapi lain kali kau harus mengunci pintu kalau mau mandi, arasseo?” ujarku padanya.

“arachi” katanya sambil memberi hormat padaku. Senyumnya mengembang.

“kyeowo~” ujarku sambil memainkan hidungnya.

Aku berjalan meninggalkannya setelah itu.

Benar juga. Dia adikku. Jadi aku boleh melihatnya. Aku bebas untuk itu.

Eh? Masa?

###

Advertisements

2 thoughts on “FF/S/Nuna’s Diary (page 10-11)

  1. MWOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO ?????????
    BEBAS ? BEBAS ? BEBAS ? BEBAS UNTUK APAAAAAAAAAAAAAAAA???????

    DEMI KOLORNYA ABANG MINHO !!!!
    AKU JUGA MAU NGELIAT TAEMIN NAKEEEEEEEEEEEEDDDDDD /plak plak plak plak !!!!!

    #mian , capslock jebol :P#

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s