FF/S/Nuna’s Diary (page 12-15)

= Nuna’s Diary =

Page: 3-9

Cast:

* NUNA
* TAEMIN

Genre: Family, Incest

= = =

Aku sedang duduk di sofa sambil menonton televisi saat taemin datang dan langsung duduk di sampingku.

“nuna nuna nuna nuna~~,” panggilnya manja sambil menatapku. Senyumnya mengembang. Aku jadi tersenyum melihatnya.

“wae?” tanyaku sambil menyentil pelan hidungnya.

Taemin langsung meletakkan kepalanya dipangkuanku. Dia menatapku dan tersenyum lebar lagi, matanya menyipit karena tersenyum. Tiba-tiba dia menyerahkan dua buah cotton bath padaku.

“tolong bersihkan,” katanya sambil tersenyum.

“aissh~ mengganggu saja,” ujarku, kuambil cotton bath itu dari tangannya. Taemin langsung mengubah posisi kepalanya agar aku lebih mudah membersihkan telinganya.

“hehehe~,” taemin tertawa saat aku membersihkan telinganya.

Aku memukul kepalanya pelan.

“jangan tertawa! Nanti telingamu tertusuk!” ujarku.

“hmhm~,” taemin masih nyengir.

Aku meneruskan membersihkan telinganya.

“sudah. Yang sebelahnya?” kataku kemudian.

Taemin merubah lagi posisi kepalanya, kali ini menghadapku.  Aku mulai membersihkan telinganya lagi. Dia menutup matanya.

Aku mengambil tissue dan membungkus dua cotton bath bekas itu di dalamnya.

Taemin merubah lagi posisi kepalanya menjadi menghadap ke atas. Dia melihatku.

Aku menangkap kepalanya dalam tanganku. Aku gerakkan telapak tanganku di kedua belah pipinya. Wajahnya jadi terlihat lucu. Aku tertawa melihatnya.

“hehe~,” taemin nyengir.

Aku tutup mulutnya dengan tanganku. Lalu kututup matanya dengan tanganku satu lagi.

“kau lebih imut begini,” ujarku iseng.

Tiba-tiba taemin membuka mulutnya dan langsung menggigit tanganku yang berada di depan mulutnya.

“aigo~,” erangku sambil melepaskan tanganku dari gigitannya.

Taemin tertawa.

Aku mengarahkan telunjukku ke depan mulutnya, dia mencoba menggigitnya tapi telunjukku langsung kunaikkan.

Aku bermain-main seperti itu terus dengannya. Taemin tak pernah bisa menggigit telunjukku itu.

“nuna~~!” keluhnya. Senyumku mengembang melihat wajah imutnya.

Suara idolaku dari televisi menyita perhatianku, aku mengalihkan pandanganku ke televisi.

Taemin tetap memainkan tanganku, aku biarkan saja dia.

“nuna, lihat!” kata taemin tiba-tiba.

Dia sedang menempelkan salah satu tangannya dengan tanganku. Perbedaan ukuran tangan kami terlihat jelas.

“tanganku jauuh lebih panjang dari tangan nuna,” katanya bangga.

“lalu?” tanyaku dengan nada acuh-tak-acuh.

“berarti aku lebih hebat dari nuna!” ujarnya cepat.

“ah, biasa saja,” jawabku cuek.

Mulutnya jadi manyun. Aku menangkap mulutnya dengan tanganku.

Taemin mengambil tanganku yang menangkap bibirnya itu.

“nuna, kurasa bibirku tebal begini karena nuna selalu menangkap bibirku seperti tadi,” ujarnya polos.

“bukannya malah bagus?” tanyaku.

Taemin menggeleng.

“aku lebih suka bibir kecil seperti nuna,” katanya sambil menyentuh bibirku.

Aku tertawa pelan mendengarnya.

“cari gadis yang berbibir kecil kalau begitu,” kataku enteng.

Aku melanjutkan menonton televisi.

“nuna?” panggil taemin.

“hm?” gumamku.

“ boleh aku kisu?” ujar taemin tiba-tiba. Aku langsung memandangnya.

“ppoppo maksudmu?” tanyaku bingung.

Taemin menggeleng pelan.

“ani~ kiseu~,” katanya, “aku ingin merasakan bibir nuna”

Ya ampun anak ini, batinku.

Aku memandangnya heran.

“kau ini meminta kisu seperti meminta kue dariku saja,” ujarku.

Taemin nyengir.

“boleh, nuna?” tanyanya.

Aku menatapnya. Pikiran isengku muncul.

“kau sudah pernah belum?” tanyaku. Ini lucu sekali, ujarku dalam hati. Kutahan senyumku.

Taemin menggeleng.

“belum?? Jinjja??” tanyaku, mataku melebar karena kaget.

“jeongmalyo~,” rengek taemin, “aku tak pernah berbohong pada nuna”

“kalau begitu, tak boleh,” kataku angkuh.

“waeyo~?” protes taemin.

Aduh, aku benar-benar ingin tertawa.

“kau belum ahli, jadi tak boleh,” ujarku lagi. Aku sudah benar-benar ingin tersenyum sekarang.

“aku bisa!” ujar taemin tiba-tiba. Dia langsung duduk menghadapku. Wajahnya serius.

“buhahahahahaha~~~,” tawaku tak bisa kutahan. Wajah seriusnya benar-benar lucu.

“nuna kenapa tertawa?!” kata taemin. Alisnya berkerut.

“hahahahaha~~ kau ini lucu sekali taeminie~,” ujarku sambil menghapus airmataku yang keluar karena tertawa.

Dia langsung merubah posisi duduknya menjadi menghadap televisi. Dilipatnya tangannya, keningnya berkerut. Itu posenya kalau sedang kesal.

“ya, begitu lebih baik,” godaku padanya, “tonton saja televisi itu”

Aku beranjak dari sofa untuk mengambil air minum. Saat aku kembali, taemin masih berada pada posisinya yang tadi. Sepertinya dia benar-benar kesal padaku. Aku duduk lagi di sebelahnya.

“gelasmu aku letakkan di meja ya~,” ujarku pada patung-taemin.

Dia tak menggubrisku. Pandangannya masih lurus ke depan.

“ya! Taeminie~,” ujarku sambil menyikut pelan tangannya. Taemin masih mematung.

“taeeminn~~,” ujarku lagi sambil mengibas-ngibaskan tanganku di depan wajahnya. Dia tetap tak bergerak, bahkan pupil matanya pun tidak.

Aku menghembuskan napas berat.

“kau benar-benar ingin kisu?” tanyaku padanya.

Dia mengangguk.

Dasar tuyul, saat kutanya tentang kisu baru dia mau mengangguk.

Aku menghadap televisi lagi. Kalau sudah kesal, taemin mau menjadi patung untuk beberapa jam dan akhirnya dia akan mengamuk sampai beberapa hari.

“sebentar saja tapi,” kataku akhirnya.

“hehe~,” taemin langsung mengubah posisi duduknya menghadapku. Senyumnya melebar.

“dasar~,” ujarku padanya.

“nuna tutup matamu~,” katanya.

“untuk apa?” protesku.

“bukannya orang selalu menutup mata saat kisu?” tanyanya polos.

“ne, kau benar,” kataku sambil memutar bola mata, “tapi untuk apa aku menutup mata?” tanyaku lagi.

“aku ingin nuna menutup mata~” rengeknya. Dia melipat tangannya lagi.

Aku menghembuskan napas kesal, kemudian kututup mataku.

Dua detik kemudian, aku merasakan bibir taemin di bibirku. Aku membuka mataku sedikit, mengintip. Dia menutup matanya.

“hahahaha~!” aku menjauh darinya. Aku tak bisa menahan tawaku.

Taemin menatapku.

“hahahaha~ taeminie~ kau ini benar-benar lucu!” aku tertawa sampai terbungkuk-bungkuk. Wajahnya yang menutup mata tadi terbayang lagi, dan itu makin membuatku tertawa.

“hehe~,” katanya sambil menatapku heran.

Setelah beberapa lama akhirnya tawaku berhenti.

“nuna kenapa tertawa?” tanyanya, dia tersenyum seperti orang bodoh.

Aku tertawa lagi.

“ani, kau memang belum pernah kisu ternyata,” ujarku.

Aku mengelus pipinya dengan sayang kemudian kuacak-acak rambutnya, “belajarlah yang benar” kataku lagi.

“nuna mau mengajariku?” tanyanya dengan wajah bersemangat. Matanya berbinar.

Aku menatapnya sambil tersenyum.

“kau mau tahu cara yang baik itu bagaimana?” tanyaku pelan.

Dia mengangguk cepat-cepat.

“pertama,” kataku sambil duduk semakin dekat dengannya, “pegang dagunya..”

Aku memegang dagu taemin, mempraktekkannya.

“untuk apa?” tanyanya polos.

Aku berpikir sebentar.

“supaya kau bisa meletakkan bibirmu dengan pas di bibirnya saat kau menciumnya,” jawabku asal.

Taemin mengangguk.

“lalu,” kataku lagi, “kau bisa menyentuh bibirnya dengan jarimu,”

Aku menyentuh bibir tebal taemin dengan ibu jariku.

Taemin hanya mendengarkan.

“saat kau mendekat, buka sedikit bibirnya dengan jarimu”

Aku membuka sedikit bibirnya.

Chu!

Aku mencium bibirnya singkat, hanya sepersekian detik.

“arasseo?” kataku padanya sambil mendelik.

Dia menatapku, tersenyum dan kemudian mengangguk-anggukkan kepalanya.

“gamsahae nuna~,” katanya sambil memelukku, “mungkin hanya kau nuna yang mau mengajarkan dongsaengnya tentang kisu di negara ini”

Aku menjauhkan tubuhku dari pelukannya.

“apa maksudmu?” ujarku curiga.

Taemin nyengir.

“aniyo~,” rengeknya sambil tersenyum. Dia memelukku lagi.

Aku menjitaknya pelan.

“gamsahae nuna~,” ujarnya lagi.

“ne,” aku mengelus rambutnya.

###

Advertisements

2 thoughts on “FF/S/Nuna’s Diary (page 12-15)

  1. Ah, Taem!!! Kenapa gak berguru sama aku aja sih ? Langsung praktek malah kalau sama aku!! Dijamin selesai praktek langsung jadi master kisu no 1 di dunia . tapi selesai praktek nya 50 tahun yang akan datang ya .. hahahaha 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s