FF/S/Nuna’s Diary (page 31-33)

= Nuna’s Diary =

Page: 31-33

Cast:

  • Nuna
  • Taemin

Genre: Family, Incest

= = =

“taeminie”

“em?” taemin mengintip dari balik selimut. Aku tertawa melihatnya dan menarik pelan selimutnya hingga seluruh wajahnya terlihat. Kupandangi wajahnya.

“ada apa, nuna?” tanyanya dengan pandangan ingin tahu.

“eopseo,” ujarku sambil menggeleng dan tersenyum padanya. Aku kemudian menatap langit-langit kamar. Taemin sudah seminggu ini tidur di kamarku setiap malam. Pemanas ruangan di kamarnya rusak dan dia selalu mengalihkan pembicaraan kalau aku sudah mengungkit masalah pemanas itu. Sekarang kami sedang berada di kamarku, berbaring di atas kasur sambil menunggu datangnya kantuk.

“nuna,” panggil taemin tiba-tiba. Aku malas menjawabnya jadi aku diam saja, pura-pura tidak mendengar.

“nuna~” rengek taemin.

Dengan malas, aku tolehkan kepalaku ke arahnya.

“apa?” tanyaku singkat.

“coba panggil aku ‘yeobo’” ujar taemin kemudian.

“yeobo,” ucapku datar, “kenapa memangnya?”

Taemin menggeleng cepat-cepat.

“bukan yang seperti itu, nuna~” jelasnya dengan muka imutnya itu. Aku jadi tak tahan untuk mencubit pipinya.

“gwiyeowo~” bisikku pelan. Taemin cuma nyengir. “jadi yang seperti apa maksudmu, taeminie?” tanyaku padanya. Taemin hanya tersenyum dan menatapku.

“yeobo~” bisiknya pelan sambil mengelus pipiku dengan jarinya. Bisikannya sedikit menggoda, membuat aku geli sendiri.

“ya!! Darimana kau belajar mengucapkannya seperti itu?” tanyaku sambil menyentil pelan hidungnya. Taemin langsung menatapku tak percaya.

“masa nuna tidak tahu?” ujarnya bingung. Aku menggeleng.

“dari mana memangnya?” tanyaku lagi.

“naluriku,” ujar taemin. Saat berkata seperti itu, dia menyentuhkan tangannya ke dadanya dan menutup matanya. Aku menjitak dahinya setelah itu.

“hahaha~ Babo~” kataku sambil mengacak-acak rambutnya. Taemin nyengir lebar. Sebentar kemudian dia mengintip ke dalam selimut, entah apa yang dilihatnya. Sebuah pikiran iseng melintas di kepalaku.

“taeminie,” panggilku.

“eng?” jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari balik selimut.

“kau lebih senang dibilang ‘kau imut tapi babo’ atau ‘kau babo tapi imut’?”

Akhirnya dia menoleh padaku.

“aku lebih suka ‘kau imut tapi babo’, sepertinya kalimat itu lebih menekankan ke bagian ‘imut’-nya,”  taemin diam sebentar. Sedetik kemudian wajahnya terlihat seperti menyadari sesuatu. Aku menahan senyumku saat dia mulai bicara lagi, “aku tidak mau dibilang babo, nuna! Enak saja!” protesnya. Dia memajukan bibirnya. Aku tertawa mendengarnya.

Taemin menatapku tak senang, tapi sebentar kemudian dia mengintip lagi ke dalam selimut. Tangannya bergerak-gerak di dalam selimut itu, kemudian dia tertawa pelan.

“kau sedang apa, sih?” tanyaku sambil menyibak selimutnya.

Taemin sedang memasukkan tangannya ke balik bajunya dan meletakkannya tepat di atas perutnya.

“kau ngapain?” tanyaku heran.

“nuna~ selimutnya~ dingiiin~~” rengek taemin padaku. Selimutnya memang aku tarik seluruhnya. Aku menutupi tubuhnya dengan selimut itu. Taemin tersenyum padaku sambil nyengir sendiri.

“kenapa tanganmu kau letakkan di situ?” tanyaku.

“tanganku dingin, nuna. Perutku jadi geli, hehehe~” taemin nyengir lagi. Aku geleng-geleng kepala melihatnya.

Diam lagi setelah itu. Aku hanya memandang taemin yang sedang menatap langit-langit kamar. Melihat lekuk wajah taemin yang terlihat dari samping membuatku mengantuk, entah kenapa. Aku mencoba menutup mataku.

“nuna,” panggil taemin tiba-tiba. Aku membuka mataku lagi. Taemin sedang menoleh padaku. “nuna, mulai sekarang panggil aku ‘yeobo’, ya?” pinta taemin. Aku tersenyum mendengarnya.

“hahaha~ taeminie~ kau ini ada-ada saja” ujarku. Taemin cemberut.

“kenapa memangnya?” protesnya, “nuna tak sayang padaku, ya?”

Aku tak menjawabnya, hanya terus tersenyum dan menatapnya. Sebentar kemudian aku cubit hidungnya, pipinya kemudian bibirnya secara berurutan.

“taeminie-ya~” ujarku sambil terus menatapnya, “kau imut sekali”

Ah, adikku ini. Keimutannya menyesakkan. Kadang-kadang aku harus menahan diriku untuk tidak memeluknya erat-erat.

Taemin hanya tersenyum.

“yeobo~,” katanya kemudian sambil menyentuh bibirku dengan ibujarinya. Aku langsung menggigit jarinya itu.

“aigo! Nuna~!” taemin sedikit berteriak sambil meniup ujung ibu jarinya yang barusan kugigit. Aku tertawa kecil melihatnya. Taemin memberengut kepadaku, tapi kemudian dia tersenyum.

“nuna, aku mau ppoppo” pintanya.

“sini” suruhku. Taemin mendekatkan wajahnya dan mengecup bibirku sekilas. Aku mengacak-acak rambutnya setelah itu. Lagi-lagi taemin nyengir.

“nuna mau ajari aku kiseu lagi, tidak?” tanyanya tiba-tiba.

Aku menggeleng.

“kenapa tidak mau?” tanya taemin lagi sambil mengerutkan alisnya. Aku hanya menaikkan bahu dan menjulurkan lidah padanya. Taemin mendengus kesal, yang kubalas dengan cengiran lebar padanya.

Lama setelah itu kami terdiam. Aku kembali memandang langit-langit kamar. Beberapa pikiran berkecamuk di kepalaku, pikiran yang aku tak ingin taemin mengetahuinya.

“nuna, aku ngantuk” kata taemin.

“tidur saja” ujarku singkat, aku juga sudah mulai ngantuk sebenarnya.

“mana tangan nuna? Aku ingin pegang”

Tanpa menjawab, tanganku mencari tangannya di bawah selimut. Tangan kami bertemu di atas bantal guling yang memisahkan kami.

“waa~ tangan nuna hangaat~” ujar taemin, senyumnya mengembang. Aku membalas senyumnya.

“sudah, tidurlah~” kataku sambil menutup kedua matanya dengan tanganku yang bebas. Bibir taemin tertarik membentuk senyum. Saat kutarik tanganku, matanya sudah tertutup. Aku ikut menutup mataku.

###

Advertisements

2 thoughts on “FF/S/Nuna’s Diary (page 31-33)

  1. ya ampun si Taem udah berani minta poppo sama kiseu sekarang lebih berani lagi minta panggil yeobo .. ckck ..
    Tapi kenapa di setiap part ke imutannya gak berkurang sedikit puuuuunnn ? Malah menurutku bertambah, aaaahhh .. ><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s