FF – SHINee/Missing Onew (stuck)

annyeong~~

ini ff sebenar ny saya buat ny ada 5. masing2 tokoh utama ny anak SHINee. kali ini, tokoh utama ny Onew. yang tokoh utama nya Minho uda dipablis dan bisa diliat di sini. untuk ff yang Minho itu ber-genre yaoi dan (sejauh ini) ga NC (kkk). untuk 3 ff lainnya bakal saya post lain waktu krna ff2 ntu sndiri masi tll dikit buat dipablis, plot ny jga masi blum kebaca. dan sekedar informasi, ff2 yg dsebut di atas masi stuck lima-lima nya.. wkwkwk

mengenai ff SHINee/Missing Onew ini, tadinya mau saya ikutin lomba ff SHINee menjelang ultah ke-3 mereka. tapi karna saya sibuk kuliah plus ide ny stuck buat lanjutin, jadi ny saya ga jadi ngikutin nh ff ke lomba itu. naah, dari pada berjamur di lptp saya, mending d pablis d sini. dsamping itu smua, saya tau nh ff kesan ny cepet2, soalny emg dasarny jga saya cpt2 nyelesein ny karna kmrn itu lomba ny pake batas waktu.

trus juga, karna nh ff masi stuck, mgkin kalo ada waktu (plus ada ide buat nerusin), kmungkinan besar episot selanjut ny itu semua ny onew pov, jdi d sana dijelasin semua ny tentang apa yg terjadi dari awal nh ff ampe ending ny.

terakir, makasi buat rider yang uda baca plus ninggalin jejak 🙂

잘 읽어보세요~~

= FF =

Title: Missing Onew

Episode : 1 of ?

Status : Stuck

Cast:

  • SHINee Onew (Main Cast)
  • other member of SHINee
  • other casts are fake

= = =

Author PoV—

Seorang pria berbadan besar menutup handphone-nya. Dia memandang temannya dengan tatapan khawatir.

“Kita salah orang,” ujarnya pelan.

Sang teman balas menatapnya dengan mata terbelalak. Dia tahu temannya itu tak bercanda.

“Eotteohke?” jawabnya dengan nada gusar.

Pria pertama menggeleng sambil mengangkat bahu. Keduanya tampak gelisah. Mereka mengalihkan pandangan ke sesosok pemuda yang terbaring lemah di tengah ruangan. Dari bagian kanan kepalanya mengalir darah segar yang masih baru. Wajahnya yang tampan dan putih kontras sekali dengan ruangan kumuh itu.

“Kita apakan dia? Bunuh?” tanya pria kedua, masih ada nada ragu dalam suaranya.

“Andwae, itu akan menyebabkan lebih banyak masalah.” jawab pria pertama. Pria itu mulai mondar-mandir, memegang dagunya sambil berpikir. Tiba-tiba dia menjentikkan jarinya.

“Kalau tak salah, di perjalanan ke sini aku melihat sungai. Kita buang saja dia di sana!” ujarnya kemudian.

“Apa itu tak terlalu beresiko?” tanya pria kedua bimbang.

Pria pertama menatap temannya, wajahnya benar-benar gelisah.

“Tak ada cara lain.” katanya akhirnya setelah beberapa saat berpikir, “Gaja!”

Sekali lagi kedua pria berbadan besar itu mengangkat badan si pria muda yang tak sadarkan diri.

~~~

Ga-eul meregangkan otot-ototnya. Dilihatnya mentari yang sudah makin tinggi dengan senyumnya.

“Sepertinya hari ini akan cerah,” ujarnya pada diri sendiri.

Ga-eul melangkahkan kakinya di rumput yang halus, berjalan terus menelusuri tepian sungai tempat dia biasa menyendiri. Sungai ini indah, tapi sejak Ga-eul menemukannya dia tak pernah melihat seorang pun mendatangi tempat ini selain dirinya sendiri. Ga-eul selalu menghabiskan waktu luangnya di pinggir sungai ini, dia merasa tenang di sini.

“Uugh~”

Langkah Ga-eul terhenti. Jelas sekali baru saja dia mendengar suara erangan manusia berasal dari daerah pepohonan di sebelah kanannya. Ga-eul menyipitkan matanya ke balik pepohonan, mencoba melihat siapa yang berada di sana selain dia.

Ga-eul memberanikan diri memasuki pepohonan itu. Kalau dari asal suaranya, Ga-eul yakin orang ini berada tak jauh dari pinggir sungai.

Seorang pria sedang duduk sambil memegang kepalanya saat Ga-eul melihatnya. Pria ini menatap Ga-eul dengan pandangan menyipit, dia tampak tak sehat. Ga-eul dapat melihat aliran darah kering yang menodai pelipis kanan pria ini dari tempatnya berdiri sekarang. Ga-eul terdiam menatapnya. Pria ini tampan. Benar-benar tampan.

“nuguseyo?” tanya Ga-eul padanya. Beberapa pertanyaan lain di otaknya mendesak keluar.

Pria ini melihatnya dengan pandangan bingung. Sesaat kemudian dia menggeleng.

 

Ga-eul PoV

Lahap sekali dia makan. Nasinya sampai berceceran ke pipinya.

Kutopang daguku dengan tangan.

Pria ini benar-benar aneh. Tampan, kelaparan dan hilang ingatan. Dan aku sama sekali belum pernah melihatnya di desa ini. Tak ada petunjuk apapun mengenainya, kartu identitas pun tidak.

“Kau benar-benar lupa dengan dirimu?” tanyaku tiba-tiba.

Pria ini menghentikan suapannya di udara. Dia melihatku dengan tatapan bingung dan mengangguk. Dia kemudian memasukkan suapannya ke dalam mulutnya dengan rakus. Benar-benar seperti orang bodoh.

“Namamu?” tanyaku lagi.

Dia menggeleng kuat-kuat, kali ini tak menyia-nyiakan waktunya untuk melihatku terlebih dahulu, dia masih sibuk dengan nasinya.

“Mulai sekarang namamu Kangga kalau begitu, tepi sungai.” jelasku.

Dia hanya mengangguk kuat-kuat sebagai balasan pernyataanku.

“Ayam ini enak sekali” katanya kemudian dengan mulut penuh.

Author PoV—

“Aku tak mau pulang! Aniya!! Lepaskan aku!!”

Key meronta dari pegangan erat Minho yang membelenggu lengannya. Wajah Key merah, menahan amarah sekaligus tangisan yang dipendamnya dari tadi. Usahanya untuk melepaskan diri dari Minho tak membuahkan hasil, tenaga Minho terlalu kuat untuknya.

“Hyung..” Minho menatap harap pada manajer mereka. Tangannya terasa sakit karena menahan kedua lengan Key yang terus meronta.

Manajer mereka membalas tatapan Minho dan kemudian mengalihkan pandangannya pada Key.

“Ya! Kibum! Dengarkan aku!” teriaknya.

“Ani, Hyung! Aku tak akan pulang! Aku akan menemukannya! Lepaskan aku, sialan!!” umpatan Key ditujukan pada Minho, tangannya terus meronta. Dia menatap Minho dengan tatapan tergarang yang pernah dibuatnya.

“KEY!! SHINee KEY!! Kau harus profesional!!”

Amarah sang manajer tak bisa ditahan. Dia berteriak tepat di depan wajah Key.

Key sontak terdiam, matanya yang sudah merah menatap mata manajer di depannya. Kata ‘SHINee Key’ yang dilontarkan manajernya membuatnya tak bisa berkata-kata, dua kata mujarab itu menyadarkannya.

Tangan Key sudah berhenti meronta, tapi Minho belum berani melepaskan pegangannya di tangan Key. Minho takut Key tiba-tiba kabur dari ruangan itu dan bertindak bodoh, seperti yang biasa Key lakukan jika dia sedang kalap.

Manajer menarik napasnya dalam-dalam sebelum menatap Key lagi.

“Kuharap kau bisa profesional, Kibum. Kita sudah kehilangan satu, dan perusahaan tak akan mau menerima laporan bahwa dua member SHINee tidak kembali ke Seoul setelah pemotretan kali ini, kau harus mengerti itu. Dan, Jonghyun,” Manajer mengalihkan pandangannya ke arah Jonghyun yang berdiri di sebelah kiri ruangan, “Kau menggantikan posisi Jinki sampai kami menemukan dia, kau yang paling tua sekarang. Aku minta tanggung jawabmu untuk sementara waktu.”

Jonghyun mengangguk pelan, wajahnya tertunduk, sama seperti tiga member lainnya.

“percayalah, aku juga amat berharap Jinki segera ditemukan dan semua hal berat ini segera berakhir. Aku minta kalian kuat sampai saat itu tiba,” manajer menambahkan kata-katanya. Sejenak kemudian dia keluar dari ruangan itu, meninggalkan empat member SHINee di dalamnya.

“lepaskan aku,” ujar Key pelan dengan kepala masih tertunduk.

Minho mengendurkan pegangannya, dia masih menatap Key cemas. Saat Key menjatuhkan tubuhnya di kursi, barulah Minho berani menjauhinya.

Key menutup wajahnya. Sebuah hantaman keras baginya mengetahui bahwa Onew hilang di desa kecil ini. Beberapa pikiran penuh penyesalan memenuhi benaknya. Andai saja malam itu dia yang menggantikan Onew membeli jus di mini market terdekat. Andai saja dia mengesampingkan sedikit sifat egoisnya dan tidak dengan hati puas menyuruh Onew yang kalah dalam permainan kecil yang mereka lakukan malam itu, mungkin hal ini tidak akan terjadi. Akan lebih baik bagi SHINee kalau dia yang hilang, bukan Onew.

[Desa ㅇㅇㅇ]

Ga-eul PoV—

“Aku pulaang~”

Suara Sunggi terdengar dari ruang depan. Hal yang terdengar kemudian adalah derap langkahnya yang cepat-cepat.

“Nuna, aku pulang!” teriaknya saat membuka pintu geser ruang keluarga kami.

“Ye! Ara!” ujarku ketus tanpa mengalihkan pandanganku dari rajutanku.

Adik laki-lakiku, Sunggi, masih berumur duabelas tahun dan bersekolah di satu-satunya sekolah dasar di desa kami.

“Nuna! Tadi aku menang main bola melawan kelas sebelah!” ujarnya dengan keras.

“Oh, ya?” tanyaku sedikit bersemangat dan akhirnya menoleh padanya, “Berapa skorny—OMOO~!!!!”

Mataku terbelalak saat melihat Sunggi. Baju seragam sekolahnya penuh lumpur, hitam di sana-sini. Begitu juga dengan wajah, tangan dan kakinya.

“Ya!! Kau habis main bola atau habis main dengan babi??!!” bentakku, “Siapa yang akan mencuci bajumu, memangnya, hah?? Aku! Aissh~!! Lepas bajumu!!”

Sunggi hanya nyengir.

“Hehe~ yang penting aku ‘kan menang, nuna~ Ini bunga untuk nuna.”

Sunggi menyerahkan lima tangkai bunga mawar kepadaku. Emosiku sedikit melunak begitu melihat bunga segar itu. Beginilah dia, menyebalkan, tapi selalu bisa membuatku tersenyum.

“Kau menyogokku ya?” tanyaku dengan pandangan sinis. Aku menerima bunga-bunga itu dari tangannya, “Gomawo~”

“Aku tahu nuna akan suka” katanya lagi. Sunggi melepas bajunya dan berlari cepat-cepat menjauhiku.

“Aku mandi dulu, ya, nuna~!” teriaknya sambil berlari.

Aku terdiam sebentar sebelum teringat sesuatu.

“Ya!! Di kamar mandi masih ada Kangga!!”

Percuma saja, Sunggi pasti tak bisa mendengar kata-kataku.

Biarlah, sesama lelaki ini, pikirku dalam hati.

Aku menyebrangi ruangan, mengambil gelas tinggi, mengisinya dengan air dan meletakkan lima tangkai mawar itu ke dalamnya. Aku letakkan gelas beserta mawar itu di atas meja makan kami. Sambil tersenyum, aku menatanya sedikit.

“GYAAA~~~ NUNAAAA~~~~!!!!!”

Aku tersentak. Itu suara Sunggi.

Aku langsung berlari ke halaman belakang dengan panik.

Apa yang terjadi dengannya?

“Sunggi-ya! Gwaenchanhayo?” aku tersandung-sandung di halaman rumah yang berbatu-batu. Kulihat Sunggi yang menunjuk-nunjuk ke dalam bilik kamar mandi.

“Ada alien, Nuna!” ujar Sunggi dengan wajah takut.

Sedetik kemudian Kangga keluar dari dalam bilik.

“Di mana ada alien?” tanyanya bingung.

“Gyaa~~ Aliennya muncul~!! Nuna!! Selamatkan aku!” Sunggi berlari ke belakang punggungku dan melihat Kangga dengan wajah takut.

“Babo! Dia manusia! Kau sebodoh apa, sih?” aku menjitak kepala Sunggi pelan. Kangga hanya menatap kami dengan bingung.

“Manusia? Jeongmalyo?” tanya Sunggi polos, “Kenapa tampan sekali?”

Kangga tampak sedikit terkejut saat mendengar perkataan Sunggi, mukanya bersemu merah.

“O? gamsahamnida.” ujarnya pelan sambil menggaruk sedikit bagian belakang kepalanya. Dia tampak salah tingkah dan terlihat makin tampan.

“Kangga-ssi, ini adikku.” Aku memperkenalkan mereka berdua, “Sunggi-ya! Beri salam!”

“Annyeonghaseyo, Sunggi imnida~” ujar Sunggi, dia masih terlihat takut.

“A-annyeonghaseyo~” Kangga ikut memberi salam dan sedikit membungkukkan badannya.

“Kangga-ssi, apa kau mau istirahat? Kau bisa berbagi kamar dengan Sunggi.” kataku pada Kangga yang masih tampak kebingungan. Kasihan sekali, pasti benturan di kepalanya sangat keras sampai dia tampak seperti orang linglung begitu.

“Ye, gamsahamnida~” Kangga mengangguk dan berjalan mendahuluiku. Aku memperhatikannya sampai dia masuk ke dalam rumah.

Tarikan di bajuku mengalihkan pandanganku dari Kangga. Saat aku lihat ke bawah, Sunggi sedang menatapku dengan senyum lebarnya.

“Mwora?” tanyaku ketus.

“Pacar nuna, ya?” tanya Sunggi sambil memainkan alisnya.

Aku langsung menjitaknya.

“Aissh~! Bukan! Nanti aku ceritakan!” ujarku sedikit kesal, “Sudah, mandi sana!”

[Kantor SME]

Author Pov—

BRAKK!!!

“Jangan macam-macam!! Apa yang kalian lakukan selama di sana, hah??!  Dengan mudahnya kau mengatakan kalau salah satu member SHINee hilang saat pemotretan!! Kau tahu kalau acara ulang tahun SHINee yang ketiga akan diadakan tiga minggu lagi!! Kau ingin kantor kita diserbu fans-nya??!! Aissh~!!”

Direktur utama SM entertainment murka di seberang meja kerjanya yang hitam berkilat. Manajer SHINee hanya tertunduk di depannya. Dalam hati dia mengutuk, tapi entah mengutuk siapa dia pun tak tahu.

“Dengar! Ini hal serius! Kuharap berita ini tak sampai ke telinga Netizen atau media manapun. Hal ini harus ditutupi, kau mengerti?!” ancam direktur utama kepada manajer SHINee.

“Ne. Algesseumnida, Sajangnim” ujar manajer SHINee sambil menggangguk, “Saya permisi.” Dia tak mau lagi berlama-lama di ruangan panas itu. Kepalanya sudah cukup pusing saat mengetahui bahwa Onew hilang di tempat pemotretan lima jam yang lalu saat mereka masih di sana.

Sekarang seluruh member SHINee, minus Onew, sudah kembali ke Seoul. Jadwal SHINee makin padat menjelang ulang tahun mereka yang ketiga ini dan semuanya harus dilakukan tanpa kehadiran sang leader.

[Desa ㅇㅇㅇ]

Ga-eul PoV—

“Kau yakin, Sunggi?” bisikku pada Sunggi. Sunggi mengangguk kuat-kuat sebagai jawaban.

“Aku yakin sekali, nuna. Dia onew SHINee. Temanku tadi membawa majalah dari kota dan aku lihat ada Kangga hyung di dalamnya. Aku yakin, Nuna, aku tak mungkin salah orang. Jeongmalyo!” Sunggi ikut berbisik dengan bersemangat.

Aku menatap Kangga yang sedang berjemur di halaman rumah kami. Sudah dua minggu lebih Kangga tinggal bersamaku dan Sunggi dan baru hari ini kami mendapat info tentang dia. Itu pun karena kebetulan ada teman Sunggi yang membawa majalah dari kota.

Tiba-tiba, Kangga menoleh ke arahku dan tersenyum. Aku menggerakkan tanganku, menyuruh dia mendekati aku dan Sunggi yang sedang duduk di beranda rumah. Aku harus memberitahunya mengenai hal ini.

“Waeyo?” tanya Kangga saat sudah berdiri di depan kami.

Aku mengedipkan mata beberapa kali sambil berpikir. Mungkin Sunggi benar. Dia tampan, bisa jadi dia memang artis.

“Emm.. pembicaraan ini sedikit serius.” ujarku padanya. Kangga mengangguk dan kemudian duduk di sebelahku. Dia tampak benar-benar ingin tahu apa yang akan aku katakan. “Kami sudah tahu siapa dirimu sebenarnya,” aku mulai bicara, melirik Sunggi sebentar lalu menatap Kangga lagi, “Kau artis” sambungku.

Kangga tampak terkejut saat aku berkata seperti itu, mulutnya sedikit terbuka.

“Na?” katanya tak percaya. Dia menunjuk dirinya sendiri.

Aku mengangkat bahu sebagai jawaban. Sejujurnya, aku juga masih belum yakin sepenuhnya kalau dia benar-benar orang terkenal. Aku menggigit bibir sambil terus berpikir.

“Kalau memang benar kau artis..” kataku, “kita harus secepatnya menelpon ke agensi-mu”

Kangga memandangku dengan tatapan aneh, aku tak bisa mengartikan pandangannya itu. Aku mencegah kontak mata dengannya dengan melihat Sunggi lagi.

[Kantor SME]

Author PoV—

Manajer SHINee berjalan cepat menuju ruangan kerja utama kantor SME. Sebuah berita bagus menunggunya di sana.

“Annyeonghaseyo” sapa menejer SHINee saat memasuki ruangan, beberapa karyawan yang sedang bekerja mengangkat kepala mereka sedikit untuk melihat siapa yang masuk ke ruangan dan kemudian sibuk berkutat dengan pekerjaan mereka lagi. Manajer SHINee langsung bergerak ke meja seorang wanita yang berada di sudut ruangan, meja dengan tulisan ‘informasi’ di atasnya.

“Annyeonghaseyo, Hyuna-ssi,” sapanya lagi, “Bagaimana kabar terakhirnya?” tanyanya bersemangat.

“Telpon itu dari desa di sekitar tempat SHINee terakhir mengadakan pemotretan. Empatpuluh kilometer dari lokasi pemotretan. Gadis itu mengaku bernama Shim Ga-eul dan mengatakan bahwa Onew sedang bersamanya.” Jelas wanita itu sebelum menejer SHINee memintanya.

“Lalu?” kata manajer SHINee tak sabar.

“Dia mengatakan kalau Onew hilang ingatan saat dia menemukannya. Kami sudah mengirim orang untuk menjemputnya. Kira-kira besok pagi Onew sudah kembali ke tangan kita.” Kata wanita itu lagi sambil tersenyum.

Manajer SHINee menghembuskan napas lega saat mendengar berita itu. Wanita itu tertawa kecil melihatnya.

“Haha~ kau benar-benar stres, ya?” katanya. Menejer SHINee membalas senyum wanita itu.

“Tak perlu ditanyakan lagi. Jantungku benar-benar mau copot saat tau Onew hilang, belum lagi emosi member yang tak teratur selama leader mereka tidak ada—Omo! Aku lupa memberitahu mereka! Mereka pasti senang mendengar kabar ini! Aku akan pergi sekarang. Hubungi aku kalau ada info selanjutnya. Geureom~”

Manajer SHINee tersenyum sambil sedikit membungkuk pada wanita itu sebelum bergegas keluar ruangan. Bebannya sudah hilang sekarang. Acara perayaan ulang tahun ke-tiga SHINee yang diadakan kurang dari seminggu lagi mungkin akan sukses setelah mereka menemukan Onew.

Ga-eul PoV—

Setelah menutup telpon, aku menghembuskan napas panjang. Sambil menatap jendela rumahku, aku termenung memikirkan pembicaraan di telpon barusan. Sepertinya aku hanya mengucapkan beberapa kalimat dan tiba-tiba saja mereka mengatakan malam ini akan tiba di sini untuk menjemput Kangga. Semuanya terjadi dengan sangat cepat.

Aku berdiri dari tempat dudukku dan melangkahkan kakiku ke kamar Sunggi, tempat di mana Kangga sekarang sedang beristirahat. Setelah aku mengatakan padanya bahwa dia seorang artis tadi siang, dia mengeluh kepalanya sakit dan meminta waktu untuk beristirahat.

Aku mengetuk pintu pelan dan melongok ke dalam. Kulihat Kangga yang sedang duduk di tepian tempat tidur sambil memegang kepalanya yang tertunduk dengan kedua tangannya.

“Kangga-ssi? Gwaenchanhayo?” tanyaku sedikit cemas sembari melangkah mendekatinya. Kangga menoleh ke arahku saat aku masuk. Dia menatapku dengan sedikit aneh. Ada keringat yang mengalir di pelipisnya saat aku cukup dekat untuk melihatnya.

“Ga-eul-ssi..” ujarnya pelan, “…aku sudah ingat semua”

Taemin PoV—

Kami berempat sedang berada di dalam mobil setelah jadwal pemotretan hari ini berakhir.

“Jinjja?? Itu benar-benar dia?? Kau tidak bercanda ‘kan, Hyung??”

Aku melirik Key hyung yang sedang menelpon dengan suara keras.

“Kenapa dia?” tanya Jonghyun hyung pada Minho hyung. Jonghyun hyung yang berada di kursi depan di samping supir melirik ke kursi tengah, tempat di mana Key hyung dan Minho hyung duduk. Aku sendirian di kursi belakang. Kursi di sebelahku kosong karena Onew hyung tak ada.

“Molla. Tapi sepertinya berita bagus.” Jawab Minho hyung sambil terus menatap aneh pada Key hyung. Aku hanya mengangkat bahu dan meletakkan tanganku di sandaran kursi tengah dan menaruh daguku di atasnya. Kami bertiga menatap Key hyung dengan wajah penasaran.

“Ne, hyung! Aku akan memberitahu mereka.” Ujar Key hyung mengakhiri telponnya.

Jujur saja, aku merasa penasaran melihat ekspresi Key hyung yang gembira seperti itu. Sejak Onew hyung hilang tak pernah sedikit pun aku melihat senyum tulus yang dilontarkan Key hyung selain kepada Shawol. Oh! Apa mungkin ini memang berita tentang Onew hyung??

Key hyung menutup ponsel lipatnya, setelah itu dia memandang kami bertiga sambil tersenyum misterius, “Oh, Minho~ aku cinta kau~~” Key hyung setengah melompat memeluk Minho hyung yang sedang duduk di sebelahnya.

“ya! Lepaskan aku!” Minho hyung mencoba melepaskan diri dari dekapan Key hyung. Aku hanya tertawa melihatnya.

“ya! Kibum! Ada berita apa? Apa tentang Onew?” sela Jonghyun hyung. Aku langsung memandang Key hyung dengan wajah ingin tahu.

Key hyung tersenyum lebar begitu mendengar pertanyaan yang dilontarkan Jonghyun hyung. Lagi-lagi dia menatap kami satu-persatu. Aku tahu dia sengaja menunda waktu agar kami semakin penasaran. Dia selalu begitu.

“Ne! dia sudah ditemukan.” ujar Key hyung akhirnya.

Aku langsung tersenyum mendengar perkataannya. Itu kata-kata terindah yang aku dengar selama dua minggu belakangan.

“Ah! Akhirnya~!” teriakku sambil menghempaskan badanku ke sandaran kursi di belakangku. Jonghyun  hyung dan Minho hyung juga berteriak mengekspresikan kebahagiaan mereka. Sebentar saja keadaan mobil menjadi ramai. Padahal isi mobil ini hanya lima orang, kami berempat dan seorang ajeossi yang mengendarai mobil.

“Di mana dia selama ini?” tanya Jonghyun hyung.

“Ajik mollayo. Nanti kita bisa tanyakan sendiri pada orangnya. Manajer hyung bilang, besok si chicken maniac itu sudah akan ada di dorm sebelum jadwal pertama kita.”

“Sekarang dia ada di mana?”

Minho hyung yang ganti bertanya setelah itu. Aku hanya mendengarkan percakapan mereka sambil menutup mata di kursi belakang. Aku benar-benar merasa lega. Dua minggu lebih tanpa Onew hyung, SHINee benar-benar di luar kendali. Mungkin kami memang terlihat biasa saja saat bekerja, tapi di dorm emosi kami benar-benar tak bisa dikontrol, terlebih lagi Key hyung. Aku senang semuanya akan berakhir, paling tidak sampai besok pagi.

Aku terus menutup mataku. Mungkin kalau aku tidur sebentar, mimpiku akan indah kali ini.

= TBC =

Advertisements

2 thoughts on “FF – SHINee/Missing Onew (stuck)

  1. Annyeong..
    Ni part pertama’a?
    Kyaaa, aku suka ide cerita’a..
    Daebakk..
    Dtunggu part slnjt.a..
    Aigoo, key mpe sgt emosi’a..
    Gkbayang..
    Klo onpa ampe ilang bneran >amit2 amit2<
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s