FF/S/Nuna’s Diary (page 52-53)

= Nuna’s Diary =

Page: 52-53

Cast:

  • Nuna
  • Taemin

Genre: Family, Incest

Author’s note:

salahkan saya yang ga tahan ngeliat puto tmin yg di bawah (liat bawah) dan langsung pengin buat ff lanjutan nuna’s diary yang panjangnya cuma 2 halaman. mian para reader~ kesan ny emang cepat2 ini ff, tpi bneran dh saya ga tahaaan~~ >;;< *mimisan madu*

curcol dikit nh, saya mrasa kehilangan tmin wktu ngeliat puto2 tmin yg d jpang, yang manly-ny naujubilah, karisma pria dewasa ny (?) keluar ampe bahkan saya nelan ludah begitu liat puto ny tmin padahal seblum ny reaksi saya selalu “kyaa tmin imuuuut” apapun bentuk xpresi tmin yg ada d puto itu. saya jadi bimbang, galau, gelisah ato apapun lah namanya, “kenapa tmin ga imut lagi?”. dan dengan insting nuna-yang-ga-nerima-ade-nya-berubah-dewasa-secara-ajaib-mengejutkan-dan-tibatiba itu, saya ttp keukeuh kalo tmin cma luar ny aja yg dewasa, tapi dlm ny masi anak2. saya yakinkan diri saya sndiri “ah itu cuma konsep sm bikin tmin rada dewasa biar syaini laku disana..”. mski begitu, bbrapa asupan2 yg saya dptkn (informasi mkst ny gtu..) yg bilang kalo tmin itu asliny ternyata lbh dewasa drpd onyuu *lirik abang onyuu* makin buat saya makan tak enak, tidur tak nyenyak. makin galau saya. alhasil saya jadi rada malas update ttg tmin yg baru2, saya takut kalo bukti2 kalo tmin uda DEWASA itu makin kuat, bhsa alus ny saya tutup mata lah gtu, ga mau nerima kalo tmin uda dewasa. karena apa?? saya menginginkan ade yg imut2 buat djadiin bahan ff nuna’s diary, bukan ade yang-tadinya-imutimut *hug taemin*. tapi pemirsa (halah), begitu liat ntu puto (sekali lagi, liat puto di bawah) saya langsung mikir “ini dia taemin! ini baru namanya taemin! taemin yang imutimut!! gyaaa taemin~~ akirnya engkau kembali seperti dulu, naak~ (?) ternyata kau tak berubah~~~ kiseuuu~~~~ *ccu~~~uk” (-_-)”~~

= = =

“nunaa~~ ccuk ccuk~”

Taemin yang tiba-tiba datang langsung bergelayut manja di leherku, dan dengan tiba-tiba dia juga mengecup pipiku berkali-kali.

“apa sih kau, taem?” ujarku sedikit risih. Kupegang lengannya yang masih merangkul leherku.

“waeyo? Nuna tidak suka aku cium? Ccuk ccuk ccuk~” taemin meneruskan mencium pipiku.

Aku tersenyum sambil melihat ke arahnya. Wajahnya dekat sekali, tapi senyumku tetap mengembang. Taemin melihat bibirku dan ganti mengecupnya sekarang.

“ccuk ccuk~~”

Aku langsung menutup bibir taemin dengan tanganku yang bebas. Aku menyunggingkan senyum lebar padanya.

“kau itu imut sekalii~~~” aku cubit pipinya dengan gemas.

Taemin memajukan bibirnya.

“duduk sini” suruhku sambil menepuk-nepuk tempat kosong di sebelahku. Taemin langsung memutari sofa dan menghempaskan pantatnya di tempat di mana aku suruh dia untuk duduk.

“ungg nunaaa~~~” seru taemin sambil bergelayut manja lagi. Aku elus pelan rambut lembutnya. Taemin langsung merebahkan badannya di pangkuanku, dia menatapku sambil tersenyum. Wajahnya sangat polos.

“mwo?” tanyaku gemas. Sekali lagi aku cubit pipinya.

Taemin menatapku dan mengangkat tangannya untuk meraba wajahku.

“aku sayang nuna” katanya dengan muka polosnya.

“aku juga sayang kau, taeminie~~” aku mencubit hidungnya dan menggoyangkannya ke kiri dan ke kanan. Taemin menutup kedua matanya rapat-rapat sambil tersenyum saat aku mainkan hidungnya seperti itu.

“nuna, main yuk!” ujar taemin tiba-tiba dengan wajah bersemangat. Wajahnya membuat aku tak tahan ingin menjahilinya.

“kau mau main denganku~?” tawarku sambil mulai menggelitik pinggangnya. Taemin langsung menggeliat sambil tertawa.

“haha~ jangan, nuna~~ jangan~~ hahaha~~”

“ayo tertawa terus~~~” aku meneruskan menggelitik pinggangnya. Aku juga jadi ikut tersenyum karena melihat taemin yang terus tertawa.

“haha~ jangan, nuna~~ nanti berdiri lagi~~” kata taemin kemudian.

Berdiri?

Aku segera sadar dan langsung menjauhkan tanganku dari pinggangnya.

“baiklah. Tidak akan aku gelitik lagi” ujarku hati-hati.

“hehehe~” taemin malah nyengir.

“yaa!! Kau memainkanku, ya??” ujarku protes. Aku buat wajahku seolah-olah kesal padanya. Tawa taemin langsung pecah.

“hahaha~ tidak, nuna, aku serius~” ujar taemin manja. Aku memajukan bibirku, mengikuti cara taemin kalau dia sedang kesal padaku.

“nuna jangan begitu~” ujar taemin sambil tersenyum dan meraba bibirku, “kalau benar berdiri, bagaimana nuna? Nuna mau menidurkannya lagi?” tanya taemin dengan wajah polos. Aku langsung menjitaknya.

“jaga bahasamu~” kataku, “memangnya bagaimana caranya menidurkannya lagi?” aku sedikit penasaran, sebenarnya.

Taemin menatapku agak lama setelah itu.

“tidak tahu, nuna,” jawabnya sambil menggeleng, “makanya jangan digelitik, ya, nuna?” pintanya lagi. Aku mengangguk sambil tersenyum.

“kalau begitu, kau mau main apa, taeminie?” tanyaku sambil memainkan bibirnya dengan jariku.

“mm..” gumam taemin, “main kiseu-kiseu-an yuk, nuna!” ujarnya kemudian. Senyumnya mengembang lagi.

“permainan seperti apa itu?” tanyaku bingung.

“begini~” kata taemin sambil meletakkan telunjukku di atas bibirnya, “aku kiseu nuna, lalu nuna nanti gantian kiseu aku~” jelas taemin.

Aku mendengus pelan.

“hehe~ kau lucu, taeminie~ memangnya kau kira aku terpancing yaa~?” ujarku sambil mencolek pelan hidungnya. Jelas sekali aku tak mau memainkan permainan konyol itu.

“hehehe~” taemin tersenyum malu-malu, “nuna~ kata teman-temanku aku makin tampan setelah potong rambut, kata mereka aku terlihat makin dewasa, benar begitu nuna?” tanyanya polos.

Aku memperhatikan rambut merah taemin dengan potongan barunya. Sangat cocok di wajah taemin. Dia memang terlihat makin dewasa.

“ne, teman-temanmu benar” ujarku sambil tersenyum padanya. Senyum taemin langsung mengembang lebar.

“jeongmal?” katanya, “berarti aku sudah dewasa, ya, nuna?” tanyanya lagi.

“aniyo” jawabku, “kau masih tetap taemin yang imut di mataku”

Aku melihatnya dengan tatapan sayang. Adik seimut dia, nuna mana yang sanggup meninggalkannya? Meski dia dipuja banyak wanita juga, dia akan tetap menjadi taemin yang imut bagiku.

Taemin tampak terkantuk-kantuk. Matanya makin lama makin menutup.

“kau mengantuk? Tidurlah~” kataku. Aku singkirkan sedikit poninya yang menutup matanya.

“nuna tidak apa-apa seperti ini? Tidak berat?” tanya taemin dengan suara kecil.

Dia masih meletakkan kepalanya di pangkuanku. Dia khawatir padaku. Si taemin kecil khawatir padaku. Dan dia menanyakan apakah aku keberatan menahan kepalanya atau tidak dengan wajah yang mengantuk.

Ya ampun, imutnya..

“aniya, taeminie~ sedikit pun tidak berat” ujarku padanya. Taemin langsung mengangguk dan tersenyum lemah.

“ppoppo?” pintanya. Aku langsung mengecup bibirnya.

Taemin tersenyum. Diperbaikinya posisinya sedikit sebelum menutup matanya.

“nuna, aku sayang nuna~” gumamnya setelah itu.

“aku juga menyayangimu, taeminie~” bisikku.

Sebentar kemudian dengkurnya terdengar. Wajahnya terlihat damai. Aku mengelus pipinya dengan lembut. Dia sudah tertidur.

###

Advertisements

3 thoughts on “FF/S/Nuna’s Diary (page 52-53)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s