FF/1S/The Beginning [sequel of Nuna’s Diary (page 63-71) special Taemin’s birthday]

= The Beginning =

Cast:

  • Taemin
  • Nuna

Length: 1shot

Description: sequel of NUNA’S DIARY (page 63-71), Taemin Point of View (full)

= = =

“taeminie~”

Suara merdu itu lagi. Suara yang sangat familiar bagiku.

“taeminie~ ireona~”

Kali ini dia mengelus kepalaku dan menyibakkan sedikit rambutku. Nyaman sekali rasanya.

“taemiin~!”

Haha. Nuna sepertinya sudah sedikit kesal karena aku tak juga mau bangun. Tapi kenapa suaranya terdengar sedikit manja di telingaku?

Aku membuka mataku perlahan, pura-pura terlihat malas bangun. Dia tampak tersenyum saat kulihat wajahnya.

“saengil chukhae~” katanya kemudian.

Bibirku refleks mengembangkan sebuah senyum saat kulihat dia memegang sepiring kue tart kecil di tangannya. Aku menegakkan badanku.

“gomawo, nuna~” kataku kemudian, kukecup pipinya singkat. Nuna tersenyum setelah itu.

Aku langsung mencomot kue yang diberikannya.

“ya! Kau belum gosok gigi!” protesnya. Aku membalasnya dengan cengiran.

“sekali-sekali tidak apa-apa, nuna. Ini ‘kan hari ulang tahunku~” kataku mencoba terdengar manja. Nuna mencubit hidungku sebagai balasan.

“dasar!” ujarnya kesal, tapi di telingaku itu seperti ucapan sayang. Ah, terserahlah.

Aku terus melanjutkan memakan kue lembut itu. Kue buatannya selalu terasa nikmat di lidahku.

“enak, tidak?” tanyanya.

Aku mengangguk kuat-kuat. Mulutku terlalu penuh untuk menjawab.

Dalam waktu singkat, sepiring kue itu habis kulahap. Kuserahkan piring kosong itu pada nuna.

“kapsahapdidaa~” ujarku tak jelas karena mulut yang penuh. Nuna tertawa mendengar suaraku.

“kau mau hadiah apa untuk hari ini?” tanya nuna kemudian. Dia mengarahkan tangannya ke wajahku dan menyapukan jarinya di ujung bibirku. Rupanya ada krim yang menempel di sana.

“aku mau nuna.” Jawabku singkat dengan senyuman.

Nuna tampak terkejut, tapi kemudian dia tertawa.

“kalimat itu memiliki banyak arti, taeminie~ kau harus mengungkapkannya dengan jelas. Aku bisa salah paham.” Ujarnya. Dia mencubit pipiku. Aku sedikit kesal mendengarnya.

“kiseu.” Ujarku kemudian.

“ppoppo?” tanyanya memastikan.

Aku merengek mendengarnya. “ani, kiseu~ dan nuna harus mau.” Paksaku.

“kau mempermainkanku.” Katanya dengan alis yang berkerut. Aku menggeleng sambil tersenyum.

“hari ini aku mau kiseu nuna, dan nuna tidak boleh menolak karena hari ini ulangtahunku” Jelasku.

“tapi kau bahkan belum sikat gigi!” protesnya.

“baiklah, aku akan sikat gigi. Tapi nuna tidak boleh kemana-mana. Di sini saja, arachi?” tegasku. Nuna menjitak kepalaku.

“sudah, cepat sana sikat gigi~” kata nuna kemudian. Dia mendorong pelan tubuhku.

Saat aku kembali, nuna sedang membereskan tempat tidurku.

“nuna, tidak usah dibereskan~” ujarku sambil mendekatinya.

“kenapa?” tanyanya bingung.

“hihihi~” aku tak menjawab. Sebagai gantinya aku memeluk nuna yang masih terlihat bingung

“nuna, hari ini aku mau nuna,” aku mencoba menekankan kata ‘nuna’ dalam ucapanku, “bolehkah, nuna?” tanyaku memastikan.

Nuna tak menjawab, hanya memegang wajahku dengan kedua tangan lembutnya dan menarik wajahku mendekati wajahnya. Wajah nuna makin dekat dan jantungku berdebar keras. Aku mulai menutup mataku.

“kena kau! Hahahahaha~!!”

Aku kaget karena nuna berteriak tepat di depanku. Aku langsung menjauhkan diri dari nuna.

“nuna apa-apaan sih?!” protesku.

“hahaha~ sudah main-mainnya. Hahaha~ taeminie! Bahkan dengan umurmu yang sudah delapanbelas kau masih saja polos! Hahahaha!”

Aku hanya bisa menatap nuna yang terus tertawa. Memang bodoh sekali aku ini. Di awal umurku yang baru saja aku dipermainkan nuna. Tiba-tiba aku tersadar begitu melihat pakaian yang dikenakan nuna.

“nuna mau kemana? Kenapa sudah rapi?” tanyaku bingung.

“aku mau ke super market. Bahan-bahan di kulkas kita sudah habis.” Jelas nuna. Aku mengangguk tanda mengerti.

“lama tidak?” tanyaku. Nuna tersenyum setelah aku bertanya seperti itu.

“sebentar saja, paling hanya tiga jam. Kenapa memangnya?”

“Nanti siang aku akan ke rumah temanku. Kami ingin mengerjakan tugas musim panas.” Jelasku.

“ya sudah, pergi saja. Jam berapa kau akan pulang?” nuna bertanya padaku.

“mollayo. Mungkin sekitar jam empat. Aku akan usahakan pulang sebelum jam segitu”

“baiklah, kau akan makan malam di rumah, ‘kan? Aku akan memasak untukmu.” Ujar nuna lagi. Senyumku langsung mengembang mendengarnya.

“kalau begitu aku akan pulang lebih cepat untuk membantu nuna memasak” kataku.

Nuna mencubit pipiku setelah itu.

“anak baik. Aku akan menunggumu nanti.” Senyum nuna mengembang lebar dengan bibir kecilnya itu.

Aku menelan ludah. Aku akan meminta hadiahku malam ini.

“nuna, ppoppo?” pintaku.

Nuna tersenyum dan kemudian mencium bibirku sekilas.

“hehe” senyumku tak bisa ditahan. Tumben sekali nuna memberiku ppoppo selain ppoppo sebelum tidur. Mungkin karena hari ini ulang tahunku.

“baiklah, aku pergi, taeminie. Jangan lupa nanti sebelum pergi kunci pintu depan, arasseo?”

Aku mengangguk cepat.

“arachi” jawabku.

“geurae, aku pergi~” nuna berjalan cepat menuju pintu kamarku.

“jal ga~!” aku berkata sedikit keras saat nuna menutup pintu kamarku.

-TBC-

continue reading

Advertisements

2 thoughts on “FF/1S/The Beginning [sequel of Nuna’s Diary (page 63-71) special Taemin’s birthday]

  1. Taemin….you still a sweet boy…. Lanjut dlu deh bacanya…..hehehe….saengil chukae taeminnie….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s