FF ㅡ Minho/Bite Me (stuck)

annyeong~~~

another stuck ff to publish.. ==

ini ceritanya uda lama ada d lptp saya, tapi baru keinget nya sekarang. dan berhub u/ bulan ini saya dikit nge-pablis ff, jadi nya saya pablis yang ini aja.. itung2 ngisi blog *elahhh~ ==”

ini ff masi stuck dan saya juga belum ada ide buat nyambungin nya. jujur sih belum ada niatan buat nerusin, tapi saya lumayan suka ide ceritanya sih, gmn dong? #autorgalau

mungkin waktu ntu saya lagi kesemsem ama abang mino kali ya, jadi nya saya bikin nya 2 ff yang ceritanya beda sangat. tadinya saya bingung apa 2 2 nya di pablis dalam post-an yg sama ato dibedain. akirnya setelah mikir dikit saya putusin d pablis nya dlm 2 post berbeda aja biar seru 😀 padahal kalo mau jujur nih, ntu ff 2 2 nya panjangnya ga nyampe 3 hlm word wkwkwk~ saya nge-galau sih jadinya d pablis aja 2 2 nya. kaga ade yang protes gini :p

mengenai ff yang ini, mungkin rider rada bingung ngebacanya soal nya ntar nya rider bakal nemuin kata2 ‘versi 1’ ama ‘versi 2’. itu maksutnya gini rider, saya kan bikin cerita noh, trus entah kenapa saya punya 2 cerita berbeda sbg sambungannya, jadi nya saya bikin 2 versi.. versi yg 1 cerita nya begini, versi yg 2 cerita nya begitu (apaan begini begitu yak?) pokoknya gtu deh. entar kalo uda dibaca, trus dikomen pada lbh suka versi yg mana yaa. mana tau saya jadi semangat lanjutin :p

okeh dah, kebanyakan ngomong sayanya.

eh iya 1 lagi, spt nya rate nya ini ff PG deh.. jadi yg belum cukup umur, panggil dulu orang tua nya sblm baca ini ff, okeey? 😉 /plakk

happy reading~ 🙂

-Taemznuna-

= FF =

Title: Bite Me

Status: stuck

Rating: PG

Main Cast: SHINee Minho (other casts are fake)

= = =

-Minho PoV-

Dia menatapku lama sebelum berkata, “aku ingin menggigitmu.”

Aku tersenyum simpul padanya.

“gigit saja.” kataku pura-pura tak acuh.

Dia tersenyum malu-malu mendengar pernyataanku. Aku jadi tak tahan untuk menjewer hidungnya yang merah. Dia menutup matanya sebentar karena kegelian dan kemudian memandangku lurus.

“aku benar-benar ingin menggigitmu, choi minho. Aku serius.”

Aku membulatkan bibirku, pura-pura berpikir. Detik berikutnya aku membalas tatapannya.

“gigit aku.” Ujarku singkat.

Dia tak berbuat apapun setelahnya, hanya menatapku dalam diam. Pandangannya menusuk pupilku, membuat dadaku makin bergemuruh karena bening matanya. Lingkaran hitam di sekitar matanya menggoda tanganku untuk menyentuh bagian itu dan mengecupnya. Aku kemudian menelusuri bagian wajahnya dengan bibirku. Aku tahu dia menutup matanya, merasakan tiap gesekan bibirku dengan permukaan kulitnya.

Aku berhenti di depan telinganya, menghirup napasku dalam-dalam dan berbisik, “gigitlah,”

Dia tak bergeming. Aku tersenyum puas.

“ayo gigit aku,” tantangku.

“jangan goda aku, choi minho,” ujarnya pelan.

Aku mengecup cuping telinganya.

“aku tercipta untuk menggodamu,” bisikku halus, “sekarang gigitlah aku. Jebal.”

Versi1:

Dia masih diam, tak merespon setiap kecupan yang kulayangkan ke tulang rawan telinganya.

“atau aku saja yang menggigitmu?” tawarku.

Suara dengusan pelan terdengar menyusul pertanyaanku barusan. Dengusan pelan yang terdengar meremehkan.

“kalau tak salah dari tadi kau sudah mencoba menajamkan gigi-gigimu dengan menggigit telingaku. Benar begitu, minho ssi?” katanya sambil memaksa wajahku untuk menghadapnya. Jarinya yang lembut dan dingin menyusuri kulit wajahku, mulai dari pelipis sampai pangkal rahangku. Sekali lagi kami beradu pandang.

“kau begitu.. sempurna untuk disia-siakan. Aku tak tega menggigitmu. Tak akan pernah tega. Kulit ini..,” dia berhenti untuk merapa pipiku dengan jempolnya, “begitu halus untuk ukuran manusia.” Dia berhenti sebentar, kembali meneliti wajahku dengan mata tajamnya yang lembut itu. “Aku selalu mencoba lebih keras untuk meyakinkan diriku bahwa kau bukanlah salah satu dari kami.

“buktikan bahwa aku manusia, kalau begitu. Gigitlah aku.”

Aku menatapnya dalam. Mencoba membulatkan setiap kata yang aku keluarkan agar terlihat benar-benar yakin. Sumpah, aku rela memberikan apapun untuk wanita ini. Bahkan darahku.

Versi2:

Bibir hangatnya yang kemudian aku rasakan di pangkal rahangku, dekat dengan telingaku. Aku menutup mata saat giginya menyentuh sedikit kulitku dan mulai menjepitnya. Dia tak terlalu kuat menggigit, hanya menjepit sedikit kulitku dan segera melepaskannya.

Dia mendorongku pelan agar bisa menatap wajahku.

“aku ingin menggigit hidungmu sebenarnya, atau bibirmu, atau lidahmu,” dia berhenti sebentar sebelum melanjutkannya, “atau lehermu, jika diperbolehkan.” Dia melirik leherku, hanya sepersekian detik dan kemudian menatap mataku lagi.

Aku mengecup bibirnya pelan.

“kau terlalu banyak minta,” ujarku sambil menyentil pelan hidungnya.

Dia memberengut manja. Aku tersenyum melihatnya.

“gigit semuanya, bagian apapun yang kau mau,” kataku kemudian. Senyumnya langsung mengembang.

“lidahmu saja,” ujarnya singkat. Aku tertawa mendengarnya. Pancingan yang aneh.

Aku menempelkan bibirku di bibirnya dan mengeluarkan lidahku di dalam mulutnya. Dia tak menggigitnya, hanya membalas menekan bibirku dengan bibir merahnya.

 (stuck)

===

Advertisements

One thought on “FF ㅡ Minho/Bite Me (stuck)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s