FF ㅡ [Untitled 1 – Key/PG] (stuck)

= FF =

Title: (Untitled)

Status: stuck

Rating: PG

Main Cast: (someone) & SHINee Key

Author: Taemznuna

= = =

“hah! Menyebalkan sekali!”

Untuk kesekian kalinya Key menggerutu. Sudah dua belas kali dia berujar seperti itu terhitung dari lima menit yang lalu.

“kalau tak suka ya sudah pulang saja!” bentakku sambil terus mengayunkan tangkai sapu. Aku lap setetes keringatku di pelipis.

Tak ada respon darinya. Dengan sedikit penasaran, aku melirik ke arahnya.

Dia sedang berdiri dengan menopang dagunya di ujung tangkai sapu. Pandangannya lurus menatap tajam ke arahku.

“apa?!” ujarku sedikit jengah.

Lagi-lagi tak ada jawaban, hanya tatapan tajam yang kudapat.

“hihi, wajahmu merah” Key malah nyengir beberapa detik kemudian.

Aku kehabisan kata-kata. Oh, jadi dia hanya mempermainkanku?! Sialan!

Key masih terus terbahak sementara aku mulai lagi menyapu lantai kelas yang kotor.

Huh! Kenapa sih harus aku yang jadi pengurus kelas?? Dengan dia lagi! Argh, menyebalkan!

Baiklah, sekarang aku yang menggerutu. Tapi paling tidak aku tak mengeluarkannya dari mulutku seperti yang dilakukan makhluk yang sedang berdiri diam di depanku ini.

Keringatku menetes lagi.

“YA! Tak bisakah kau ikut membantu?! Kau juga pengurus kelas, ‘kan?? Lihat, setengah kelas sudah aku bersihkan dan apa kerjamu??! Aiish~!!”

Aku tak perlu menunggu respon, kalau dia punya otak dia akan mulai menggerakkan gagang sapu yang dipegangnya itu atau melakukan hal lain yang bermanfaat—dan membuat pekerjaan kami segera selesai dan aku bisa pulang. Oh, aku rindu rumah…

Baiklah, tak ada suara pergeseran sedikitpun setelah itu. Dan saat aku lirik dia lagi, dia malah manyun-manyun sendiri, berdiri membelakangi meja dan masih memegang gagang sapu. Sungguh, kalau aku yang jadi sapu itu aku sudah akan memohon padanya untuk menggunakanku.

“kau namja bukan, sih??” kemarahanku sudah hampir memuncak sepertinya. Melihat dia yang hanya diam dan membiarkan yeoja yang sendirian bekerja itu benar-benar membuatku geram.

“YA!! Apa maksudmu??”

Oh, akhirnya dia buka mulut juga…

“kalau kau namja, kerja!!” bentakku lagi. Gagang sapuku menggantung di tangan kiriku, menunggu untuk dilemparkan ke arahnya.

“aku tak mau. Ini bukan kerjaku” Key berkata dengan acuh-tak-acuh.

MWO?? Bukan kerjanya—??

“bukan kerjamu—YA!! Kau pengurus kelas, ‘kan?? Sudah jadi tanggung jawabmu membersihkan kelas setelah pelajaran usai—“

“bukan aku yang meminta jadi pengurus kelas” Key menekankan kata ‘aku’ di dalamnya.

“kau kira AKU mau jadi pengurus kelas, hah??” tantangku. Enak saja alasannya begitu, kalau bisa memilih juga aku pasti langsung mengundurkan diri begitu ditunjuk tadi.

Key melempar pandangannya ke jendela dengan mendengus pelan. Wajahnya benar-benar tampak menyebalkan.

“masih untung aku tinggal”

MWO—??? Anak ini benar-benar…

“kalau kau tak membantu lebih baik kau pulang” ujarku dingin. Percuma menghabiskan waktu berdebat dengannya dengan menggunakan emosi. Aku juga yang capek.

Aku menunggu responnya setelah itu.

Tak ada. Dia hanya berdiri di tempat yang sama dan menatapku tajam.

Baiklah, jika itu yang dia inginkan. Terserah.

Aku melanjutkan mengayunkan gagang sapuku. Kali ini dengan emosi yang teredam yang menyebabkan aku mengayunkannya sedikit lebih kasar dari sebelumnya. Bunyi gagang kayu yang menyenggol meja dan kursi sangat tak enak didengar, tapi aku tak peduli.

Aku terus menyapu ruangan kelas sampai ke depan, sampai ke dekat Key. Key sedang berdiri menyandar di meja guru, dari tadi dia seperti itu. Dia sedikit menghalangiku.

“minggir” ujarku ketus tanpa menoleh ke arahnya. Dan aku terus mengayunkan gagang sapuku ke kolong meja, samping kursi. Ada sisi yang sulit dijangkau, jadi aku mengayunkan gagang sapu lebih jauh dan dengan kasar menarik gagang sapu itu lagi.

DUG!!

“AHH!!”

Jantungku tersentak. Gagang sapuku mengenai sesuatu di belakangku.

Aku langsung menoleh cepat ke belakang dan menemukan Key yang sudah terduduk dengan bersandar pada meja guru.

“MWO—apa yang kau lakukan di san—gwaenchanha?”

Aku langsung khawatir begitu tahu bagian apa-nya yang terkena gagang sapuku. Bagian itu. Dia sedang menutupi bagian itu-nya, tentu saja bagian itu yang kena.

“gwaenchanha?” tanyaku khawatir. Gagang sapuku sudah kulempar seolah-olah menghilangkan barang bukti dan aku langsung jongkok di sebelahnya.

Key terus mengerang dengan menutup bagian itu-nya. Apa sebegitu sakitnya sampai dia tak bisa marah padaku?

“gwaenchan—“

“AIGO, I YEOJA JEONGMAL!! Sudah diamlah! Aigoo~~” key mengerang lagi setelah meledak sedikit barusan.

Aku menelan ludahku. Kali ini aku yang salah, meskipun yang tadi itu tidak sengaja.

“mianhae~” ujarku pelan.

Key tak merespon, dia masih terus mengerang.

Apa sesakit itu?

Aku menggigit bibir dan hanya bisa menatapnya saja. Apa lagi yang bisa aku lakukan??

“gwaenchanha? Pasti panas sekali itu, mianhae~” ujarku takut-takut setelah Key sepertinya sudah bisa mengontrol dirinya dan mencoba duduk untuk menatapku.

“kau sengaja atau tidak?” ujarnya dingin.

Aku langsung membelalakkan mataku.

“sengaj—YA!! Aku tak sengaja! Tak mungkin aku sengaja mengenai.. bagian… itu…” suaraku makin lama makin pelan. Aku yang salah, ya ampun aku yang salah. Seharusnya aku bisa mengontrol emosi. “mianhae, Key-ya~” tambahku.

“ssh~” Key mendesah saat dia mencoba meluruskan kakinya, “ah, apha~” erangnya lagi.

“apa sesakit itu? Boleh aku lihat—ya ampun, tak boleh! Oh, kepalaku~” aku hilang akal dan tak tahu harus berbuat apa. Apa tadi aku bilang? ‘boleh aku lihat’?? Kurasa otakku sudah rusak.

“lihat saja”

Aku tak akan percaya itu suara Key kalau tak melihat gerak bibirnya.

Apa dia bilang?? Lihat saja?? Dia sudah gila??

“mwo?? Kau bilang apa??”

“aku bilang, kau boleh lihat”

“kau gila??”

“ani”

“lalu kenapa kau bilang ‘boleh lihat’??”

“itu menjadi hak-ku mengizinkan siapa-siapa saja yang boleh melihat daerah sensitif-ku,” ujar Key tenang, “ara?”

Aku menatapnya tak percaya.

“kau tak bercanda?” tanyaku lagi.

Key mendengus lagi. Dan dengan cekatan, dia membuka ikat pinggang dan kancing tarik celananya.

“ya!! Jamkkan—jamkkanman!!” aku sudah menutup mataku dengan sebelah tangan. Baiklah aku masih sedikit mengintip.

“apa aku terlihat bercanda?” tanya Key kemudian.

(stuck)

= = =

Leave Comment !
Thank You 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s