FF ㅡ [Untitled 3 – Taemin/G] (stuck)

= FF =

Title: (Untitled)

Status: stuck

Rating: G (General)

Main Cast: (someone) & SHINee Taemin

Support Cast: f(x) Sulli as Jinri

Author: Taemznuna

= = =

“kulihat taemin sudah jarang main ke sini, ya?”

Langkahku terhenti begitu eonni-ku bertanya seperti itu. Salah satu kakiku mengambang di atas tangga yang hendak aku pijak.

“dia sudah punya pacar” jawabku.

“anak itu? Tentu saja. dia sudah jadi pria tampan sekarang. Malah aneh kalau dia belum punya pacar.” Eonni mendelik padaku, “kau kapan mau menyusulnya?”

Aku memandangnya sinis.

“bukan urusanmu”

Dengan setengah berlari aku menaiki tangga dan meraih pintu kamarku secepat yang aku bisa. Agak sulit rasanya menahan diri untuk tidak membanting pintu kamar. Aku menghempaskan tas sekolahku di atas karpet. Dengan lemas, aku membaringkan tubuhku di atas kasur empukku, memandangi langit-langit kamar. Tanganku kurentangkan lebar-lebar agar paling tidak bebanku sedikit berkurang

Tadi aku melihat mereka di depan pintu gerbang sekolah. Taemin dan Jinri. Pasangan baru yang menggemparkan hampir seluruh isi sekolah. Jinri tampak cantik dengan rambut coklatnya yang dikepangnya menyamping tadi. Dan aku tak bisa melupakan taemin yang wajahnya tampak benar-benar bahagia saat jinri menghampirinya.

“hahh~”

Aku mendesah pelan.

Di dalam rasanya sakit. Sudah tak bisa dipungkiri lagi kalau aku menyukainya. Lee taemin. tetanggaku sekaligus temanku sejak kecil. Sampai sebulan yang lalu dia masih sering main ke kamarku. Tapi tidak lagi setelah dia melihat anak itu. Anak perempuan yang posturnya seperti boneka dengan wajah menawan. Kalau aku laki-laki pun aku yakin aku akan menyukainya. Sayang aku terlahir sebagai perempuan yang menyukai teman masa kecilku. Dan sayang juga ternyata teman masa kecil yang aku sukai itu ternyata menyukai gadis cantik seperti jinri, bukan aku.

Haha. Aku? Siapa aku? Gadis tidak cantik dan pendek dengan rambut sebahu yang tampak kasar. Aku bahkan tak pernah memakai make-up. Gadis seperti ini yang akan disukai taemin? tidak mungkin.

 

-flash back-

“jinra-ya. Aku boleh menceritakan sesuatu padamu?”

Aku langsung menoleh pada taemin. nada suaranya berubah drastis seperti itu. Pasti dia ingin membicarakan masalah serius.

“ceritakan saja” ujarku. Sebelah tanganku membetulkan lipatan sprei.

Sebentar kemudian, aku mendengar hembusan panjang napas taemin. aku langsung menoleh padanya lagi. Sepertinya benar-benar serius.

Aku duduk di pinggiran kasur dan menyambar boneka teddy bear-ku. Boneka yang diberikan taemin sebagai hadiah ulang tahun untukku tahun lalu.

“cerita saja. aku mendengarkan.” Ujarku sambil memeluk boneka itu dalam pangkuanku.

Taemin yang tadinya menunduk dengan perlahan mengangkat wajahnya. Tangannya masih menampu badannya di atas kakinya yang terbuka lebar. Taemin kemudian tersenyum.

“sepertinya..” katanya, senyumnya tak hilang dari wajahnya, “aku jatuh cinta”

Deg!

Detakan jantungku tak bisa aku hentikan. Tak pernah sebelumnya aku melihat wajah taemin yang seperti ini.

“oh ya?” ujarku sedikit terkejut, aku betulkan sedikit posisi dudukku, “pada siapa?”

Taemin menghembuskan napas lagi.

“jin…” taemin menatapku lekat-lekat, “ri. Hahahahaha~!” tiba-tiba dia tertawa keras.

Aku sedikit terperanjat melihatnya.

“kenapa kau tertawa?” tanyaku heran.

“wajahmu tegang sekali. Hahahaha~”

Aku memajukan bibirku.

“sudah diamlah. Siapa kau bilang tadi? Jinri?”

Taemin mencoba menghentikan tawanya.

“ne, jinri. Memangnya kau kira tadi aku akan menyebutkan apa? Jinra? Hahahahaha~”

Taemin tertawa lagi.

Namaku jinra dan nama yeoja yang disukainya itu jinri. Hanya beda tipis ‘kan? Lagipula mengapa dia harus memecah dua suku kata itu tadi?

Aku terus melihat taemin yang tertawa dengan memangku wajahku di tanganku.

“sudah tertawanya?” tanyaku.

Bahu taemin masih berguncang saat dia melihatku. Garis matanya saat tertawa masih terlihat.

“baiklah. Kau ini jadi yeoja tidak ada manis-manisnya, jinra-ya~” katanya menggodaku. Aku memutar bola mataku.

“sudah diam saja. sekarang katakan padaku, siapa jinri ini?”

Taemin membersihkan tenggorokannya.

“anak baru di kelasku. Kau tidak tahu dia? Padahal kedatangannya tadi cukup heboh”

Aku mencoba mengingat. Pada pelajaran pertama tadi memang terdengar suara cukup riuh dari kelas taemin yang kebetulan berada di sebelah kelasku. Ternyata karena ini alasannya.

“aku belum melihatnya. Secantik apa dia?” tanyaku lagi.

Taemin memandang jendela kamarku, bibirnya membentuk senyuman.

“benar-benar cantik. Aku tak bisa mendeskripsikannya lagi.”

Pandangan mata taemin menerawang.

Secantik itukah anak itu?

“lalu?” tanyaku.

“aku ingin memilikinya” ujar taemin singkat.

Aku mengangguk-angguk pelan.

“kau nyatakan saja cintamu.”

Taemin langsung menatapku dengan pandangan marah.

“tidak semudah itu! Banyak yang mengincarnya! Kau tak tahu secantik apa dia!” ujarnya sedikit keras.

“kenapa kau jadi marah padaku? Aku hanya memberi saran. Kalau katamu dia cantik, berarti tinggal tunggu waktu sampai kau dapat berita kalau dia sudah pacaran dengan yang lain. Kalau tidak cepat-cepat kau yang rugi. Babo”

Taemin tampak merenungi perkataanku.

“kau benar juga” katanya sambil menjentikkan jarinya. Setelah itu dia melipat tangannya.

“tapi aku yakin tidak akan berjalan semudah itu. Tapi aku akan mencoba mendekatinya besok”

(stuck)

= = =

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s