FF/S/Nuna’s Diary (page …-…) [LOST PAGES “The Date”]

= Nuna’s Diary =

Page: …-… (lost pages)

SubTitle: The Date

Cast:

  • Nuna
  • Taemin

Genre: Family, Incest

= = =

“nuna! Yang di sana saja!”

Setelah berkata seperti itu, taemin segera menarik tanganku dan setengah berlari menuju sebuah meja kecil dengan dua kursi di sudut ruangan.

“taeminie! Jangan tarik-tarik!” ujarku berusaha untuk tak bersuara terlalu keras. Beberapa pelayan melirik ke arah kami karena taemin yang terlalu bersemangat.

Taemin tak meresponku sampai kami tiba di depan meja itu.

“nah, nuna duduk di sini,” kata taemin sambil menyilakan aku duduk di salah satu kursi, “dan aku di sini~” katanya lagi sambil menghempaskan pantatnya di kursi yang lain. Taemin langsung meletakkan sikunya di atas meja dan kedua tangannya mengepal sambil menahan kepalanya. Dia menatapku dengan pandangan berbinar. Benar-benar imut.

“eh! Ada yang kurang!” katanya tiba-tiba, membuat aku sedikit kaget karena lagi-lagi tak sadar sedang menatap taemin lebih lama. “coba nuna bersandar.” katanya lagi.

“seperti ini?” aku menuruti kata-katanya dan bersandar di kursiku sendiri.

Tiba-tiba taemin menggeser meja bundar berwarna silver itu lebih dekat ke arahku, membuatku terjepit di antara meja dan sandaran kursiku. Hampir tidak ada jarak antara tubuh bagian depanku dengan ujung meja.

“ya! Aku terjepit!” ujarku sedikit kesal.

“hehe~” taemin nyengir sambil menarik meja sedikit ke arahnya lagi. Sangat sedikit.

“sengaja, nuna~~” tambahnya lagi.

Setelah berkata seperti itu, dia memajukan kursinya ke arah meja. Jadi posisinya sama seperti aku sekarang, terjepit antara meja dan sandaran kursi di belakangnya. Di bawah, kaki kami beradu karena jarak duduk kami yang dekat. Mungkin lebih tepatnya, salah satu kaki taemin berada di antara kakiku.

“taeminie! Apa-apaan in—“

Suara protesku dipotong oleh telunjuk taemin yang tiba-tiba mendarat di depan bibirku.

“sst~ nuna diam saja~” kata taemin pelan.

Itu dia. Lagi-lagi wajah yang seperti itu. Wajah pria-dewasa-nya muncul lagi dan sama sekali tak ada keimutan di dalamnya.

Aku hanya bisa menunduk, menjaga agar wajahku tak berubah merah lagi. Paling tidak jangan sampai ketahuan taemin kalau memang benar wajahku berubah merah.

“hihihi~”, tiba-tiba taemin tertawa pelan, “wajah nuna merah~” katanya lagi.

Siaaaalll~ kenapa tidak bisa ditutupi, sih?, aku menggerutu dalam hati.

“nuna mau pesan apa?” tanya taemin kemudian, suaranya sudah berubah imut lagi. Sekarang dia sedang serius menelusuri daftar menu yang sedang dipegangnya, “aku mau es krim strawberry saja.” ujarnya cepat sambil menyerahkan daftar menu itu padaku.

“kau tak makan?” tanyaku. Sebelah tanganku mengambil daftar menu itu dan mulai melihat isinya.

Tak ada jawaban dari taemin setelah itu. Saat aku melirik padanya, ternyata dia sedang memperhatikanku lagi dengan kedua tangan menopang wajahnya seperti yang dia lakukan saat baru duduk tadi. Senyumnya mengembang lebar, begitu juga matanya yang ikut tersenyum.

“ya!!” aku berujar sedikit keras sambil menghempaskan daftar menu ke meja. Agak risih selalu dipandangi taemin seperti itu. “jangan pandangi aku terus!” larangku.

“kenapa memangnya? Nuna pacarku!” bela taemin, masih dengan wajah imutnya, hanya saja alisnya sedikit berkerut. Tapi tetap saja imutnya itu tak bisa hilang.

“memangnya kau tak bosan memandangiku terus?!” aku tak mau kalah.

“tidak!” taemin menjawab dengan keras kepala.

Dasar~, gerutuku dalam hati.

Aku tak akan bisa melawan taemin. Jadi aku hanya menunduk lagi dan memperhatikan menu.

“aku hot chocolate.” ujarku beberapa saat kemudian.

“kenapa tidak es krim juga?!” taemin bertanya dengan nada protes.

Aku mengerutkan alisku.

“kenapa aku harus pesan es krim juga? Aku ingin coklat panas.” tanyaku bingung dengan nada tinggi. Heran rasanya dia tiba-tiba protes begitu.

“kalau nuna pesan es krim juga ‘kan kita bisa suap-suapan, nuna~!”

Aku membelalakkan mataku.

“mwo?? Aku tak mau melakukan hal seperti itu di depan umum.” Ujarku tegas, menekankan kata ‘itu’ di dalamnya.

“kalau aku mau?” sanggah taemin.

“aku tak mau

“kalau aku mau??”

“ aku TAK mau”

“kalau AKU mau???”

“AKU TAK MA—“

Perkataanku terpotong, oleh kecupan taemin.

Entah bagaimana caranya dia melemparkan diri ke depanku dan memotong perkataanku dengan bibir tebalnya itu.

Taemin melepaskan bibirnya dan melihatku dengan jarak dekat.

“kalau aku mau?” tawarnya pelan. Suaranya benar-benar lembut.

Aku hanya menatapnya dengan pandangan berang.

“aku mau ke toilet. Minggir.” Ujarku dingin. Aku mendorong meja sedikit keras ke arahnya agar aku bisa berdiri dari kursiku. Taemin langsung menurut dan membiarkanku pergi. Wajahnya benar-benar tak bisa ditebak. Kurasa dia khawatir aku marah atau apa. Padahal kenyataan yang sebenarnya adalah, aku tak mau ketahuan wajahku memerah lagi gara-gara dia.

Aku berjalan cepat-cepat menuju toilet. Setelah tak terjangkau penglihatan taemin lagi, aku mulai mengipas wajahku dengan tangan. Panas sekali rasanya.

Sementara aku memasuki toilet, otakku seperti berputar cepat, kembali pada saat perdebatan kecil kami tadi yang diakhiri oleh kecupan lembut taemin. Sebentar saja aku membayangkannya, wajahku sudah memerah lagi. Semburat merahnya tergambar jelas oleh cermin toilet yang sekarang ada di depanku.

Aku benar-benar kesal taemin tahu titik kelemahanku. Kalau begini, sampai seterusnya dia akan berbuat hal yang sama terus menerus.

Setelah mencoba menenangkan diriku dan mengambil napas panjang beberapa kali, aku kembali berjalan ke meja kami tadi.

Taemin terus memandangiku dari saat aku berjalan mendekatinya sampai aku duduk kembali di depannya. Baru aku sadar kalau pesanan kami sudah ada di atas meja. Dan taemin belum menyentuh es krim pesanannya sama sekali.

“kau tunggu apa? Es krim-mu akan mencair kalau tidak segera di makan.” Ujarku dengan suara yang dibiasa-biasakan.

“nuna tak marah padaku?” tanya taemin hati-hati. Salah satu tangannya mulai memegang sendok es krim di depannya, tapi wajahnya tampak penasaran.

Aku sengaja lama menjawabnya. Aku menyeruput coklat panasku dengan gerakan perlahan dan menatapnya sedikit lebih lama sebelum mulai bicara.

“aku tak marah, aku hanya tak suka kau bertindak seperti tadi.” ujarku tegas.

Oh bohong sekali aku~, erangku dalam hati.

“mianhae~” hanya itu jawaban taemin. Dia menyendok es krim itu sedikit dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Dia tampak merasa bersalah dan kehilangan selera makan. Kasihan juga.

“jangan ulangi lagi yang seperti tadi di tempat umum.” Tambahku lagi dengan nada suara sama.

Taemin mengangguk lemah. Dia menyuapkan es krim-nya lagi. Wajahnya makin kusut.

“bagus.” ujarku pura-pura tak peduli dan menyeruput coklat-ku lagi.

Aku sudah cukup berhati-hati saat bilang padanya tadi. Aku bilang jangan melakukan di tempat umum, itu berarti aku tak melarangnya kalau kami sedang berdua di rumah.

Oh, otakku~ sejak kapan aku mulai pervert seperti ini??

Tapi aku juga tak mau bohong kalau aku benar-benar suka dengan taemin yang penuh kejutan seperti tadi. Memang tidak baik untuk jantungku, tapi sekali-sekali olahraga jantung tidak ada salahnya, ‘kan?

Hey, tunggu. Apa aku berubah? Ada apa denganku?

Sementara pikiranku terus berkecamuk, aku melirik taemin.

Dia masih menyuapkan es krim-nya tapi benar-benar tampak lesu. Sebelah tangannya yang tidak sedang memegang sendok tidak berada di atas meja, hanya berada di pangkuannya. Tampak benar-benar tak nyaman.

“kenapa kau?” tanyaku memancingnya.

Taemin hanya menggeleng sebagai jawaban. Dia tak mau mengangkat wajahnya dan hanya terus menyuap es krim ke dalam mulutnya. Aku jadi merasa bersalah. Harus berpikir cepat agar dia ceria lagi. Tak lucu kalau keadaan jadi canggung saat kami berada di luar seperti ini.

DUG!

Aku menyenggol kakinya dengan kakiku di bawah meja.

Taemin langsung melirik padaku dengan wajah yang masih tertunduk. Aku tersenyum misterius padanya dan menyenggol kakinya lagi.

DUG!

Taemin langsung tersenyum.

“apa sih, nunaa~” katanya dengan senyum makin melebar. Imut sekali.

“aniyo.” ujarku pura-pura cuek sambil memutar-mutar pelan mug coklat-ku.

DUG!

Kali ini taemin yang menyenggol kakiku. Aku langsung melirik taemin. Dia sedang menunggu responku sambil menahan senyumnya.

Ya ampun imutnyaa, erangku dalam hati.

DUG! DUG!

Aku membalasnya. Taemin langsung nyengir.

DUG! DUG! BRAKK!

“aigoo~” taemin mengerang pelan. Karena terlalu bersemangat menyenggol kakiku, kakinya sampai menabrak tiang meja.

“hahaha~,” aku tertawa melihatnya, “sudah, cepat habiskan es krim-mu!”

Aku segera mengosongkan mug-ku.

Taemin tak menjawab, tapi dia semakin cepat menyuapkan sisa es krim-nya. Sepertinya seleranya sudah muncul lagi.

“sudaaahh~~” ujar taemin setelah suapan terakhir es krim-nya. Aku tersenyum karena sedikit es krim masih menempel di ujung bibirnya. Karena terburu-buru dia sampai tak hati-hati.

“hahaha~ sini!” aku mengulurkan tanganku untuk menghapus es krim yang ada di ujung bibirnya itu. Taemin hanya diam sambil menatapku. Kujilat sedikit es krim yang sekarang menempel di ujung jariku. Manis.

“nuna” panggil taemin tiba-tiba.

“hm?” balasku sambil sedikit menaikkan alis.

“kita langsung pulang saja, yuk.”

“pulang? Kenapa?” aku heran dengan keputusan taemin yang tiba-tiba. Tadi katanya dia ingin seharian berada di luar, sekarang masih siang tapi dia sudah minta pulang.

“aku sudah tak sabar ingin kiseu nuna” jawabnya pelan.

“kis—mwo?? Maksudmu??” aku sedikit kaget dengan jawabannya.

“tadi kan kata nuna jangan di tempat umum. Kalau di rumah boleh ‘kan, nuna~?” kata taemin dengan nada manja.

Uh oh, sepertinya aku terperangkap kata-kataku sendiri..

“itu…” aku berpikir cepat mencari alasan.

“ayo, nuna!”

Taemin menyambar tanganku dan menarikku dari kursi.

“ya! Bayar dulu!” protesku.

“sudah aku bayar tadi. Gaja!” taemin mulai berlari di ruangan itu.

Aduuh, habislah aku…

= = =
Advertisements

6 thoughts on “FF/S/Nuna’s Diary (page …-…) [LOST PAGES “The Date”]

  1. jiaaahhhhhh….taemin makin aneh…..*plaaakkkk digampar taemin…..*
    tapi tetep imut kok…..*ccuukkk…dipoppo taemin# digampar ama nunanya*
    semoga di cerita slanjutnya taemin maikn aneh…..kyaaaa….*kabur sbelem di cincang taemin *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s