FF/S/Nuna’s Diary (page 94-99)

= Nuna’s Diary =

Page: 94-99

Cast:

  • Nuna
  • Taemin

Genre: Family, Incest

= = =

Aku bosan. Seminggu ini aku libur. Kemarin mungkin aku masih bisa bermain bersama taemin. Tapi sekarang dia pergi dengan temannya, seharian. Dia meninggalkan aku sendiri di rumah. Dasar anak itu.

Aku guling-guling sendiri di kasur. Tidak enak rasanya tidak melakukan sesuatu seperti sekarang ini.

Aku menghela napas panjang sambil memain-mainkan bibirku.

Coba ke kamar taemin saja ah, pikirku.

Setelah menutup pintu kamar, aku mendekati pintu kamar taemin. Sepi sekali. Aku masuk ke kamarnya dan tak menemukan siapapun kecuali boneka yang aku beri pada taemin sebagai hadiah ulangtahunnya dua tahun lalu. Boneka besar itu tersenyum padaku dari sudut kasur taemin. Aku tersenyum balik padanya dan duduk di pinggir kasur taemin. Boneka itu sedikitnya mirip taemin. Imutnya sama.

Aku melihat sekeliling kamar taemin. Aku bangga memiliki adik yang rapi. Tak ada barang yang diletakkan tidak pada tempatnya di kamar ini.

Mataku berakhir di meja belajar taemin. Sebuah buku tulis menunggu sendirian di sana. Baiklah, kata menunggu memang aneh, tapi sepertinya itu tepat. Buku itu seperti menunggu untuk kubaca, hehe.

Dengan berdehem dua kali dan mendudukkan pantatku di kursi, aku mulai membuka buku itu.

Ada nama taemin dan beberapa angka di sampul dalamnya. Ini buku pr-nya. Dari tulisannya, aku langsung tahu kalau itu buku bahasa inggrisnya. Aku mulai membalik-balik buku itu. Tulisan taemin cukup rapi tapi aku sering menemukan beberapa coretan merah di sana. Adikku tak terlalu pintar berbahasa inggris rupanya. Dan sepertinya guru taemin selalu memberikan pr writing pada murid-muridnya. Tak ada apapun di buku ini selain karangan taemin.

Jariku berhenti di lembar terakhir. Judul karangan taemin di sana adalah my family. Dengan membaca sekilas, aku melihat banyak tulisan ‘noona’ di sana.

Ha! Dia menulis tentangku!

Dengan sedikit bersemangat, aku mulai membaca karya taemin itu. Grammar-nya berantakan. Tapi aku masih bisa mengartikannya.

 

Aku tinggal berdua dengan nuna-ku. Aku sayang nuna, nuna juga sayang padaku.  Aku tidak punya siapa-siapa lagi selain nuna-ku. Aku sangaaaat sayang nuna-ku.

 

Aku nyengir membaca paragraf pertamanya.

Aku juga sayang kau, taeminie^^

 

                Nuna memiliki senyum yang manis dan bibir yang kecil. Nuna suka memasak dan aku suka makan. Jadi kami cocok. Nuna jauh lebih pendek dariku. Tangannya juga kecil. Semuanya kecil, jadi lucu.Tapi nuna pandai memasak jadi aku suka.

Aku berhenti di sana. Apa hubungannya semuanya kecil dan pandai masak? Paragrafnya tidak nyambung.

Aku menggeleng dua kali dan melanjutkan membaca.

 

                Aku waktu itu sakit dan nuna menjagaku dengan baik. Nuna bahkan membelikan aku pizza yang dijual jauh dari rumah. Aku tahu kalau nuna-ku saat itu juga sudah mulai tertular aku tapi nuna tetap pergi. Aku terharu sekali.

 

Oh ternyata dia tahu saat itu kalau aku juga sudah mulai sakit, pikirku.

Sepertinya tidak ada yang bisa aku sembunyikan dari taemin.

 

                Saat nuna sakit aku juga menjaga nuna dengan baik. Nuna sangat demam. Malam itu aku terbangun karena merasa tak nyaman dan ketika aku keluar pintu, Aku melihat nuna tergeletak di lantai. Aku sangat cemas saat itu. Aku langsung membawa nuna ke kamarnya. Baju nuna basah jadi aku ganti baju nuna.

 

Apa-apaan ini dia tulis sampai mengganti bajuku??

Kalau taemin pulang, aku akan suruh dia menghapus bagian ini.

Tapi tunggu, kalau begitu aku ketahuan mengintip pr-nya?

Ah, biar saja. memangnya dia bisa apa? Marah padaku?

 

Nuna sering berteriak padaku dan mengatakan aku bodoh. Tapi itu tidak apa-apa. Meski nuna seperti itu, tapi aku tahu nuna sayang aku. Meski begitu aku juga marah kadang-kadang. Jadi aku sering mengatakan nuna juga bodoh di dalam pikiranku.

                Aku sangat sayang nuna. Tidak ada yang boleh punya nuna kecuali aku. Nanti aku mau menikah dengan nuna. Lalu kami hidup bahagia selamanya.

 

Aku tersenyum di akhir karangan singkat itu. Taemin menulis ‘live happily ever after’ seperti yang biasanya ada di dongeng-dongeng. Dia kira dunia ini apa?

Nanti aku harus berbicara dengan taemin mengenai tugas ini. grammar-nya payah sekali. Mau jadi apa adikku kalau bahasa inggrisnya saja seperti ini.

Aku mengambil sebuah pensil dan menuliskan angka ‘40’ besar-besar di bawah tulisan itu. Dan menambahkan ‘temui aku saat kau melihat ini, taemin babo~’.

Sambil tersenyum menang aku menutup buku itu.

Aku menghembuskan napas panjang. Aku merasa tidak puas, ingin melihat tulisan taemin tentangku lagi. Mana tahu di buku yang lain dia menulis sesuatu lagi. Dengan sedikit penasaran, aku membuka laci-laci meja dan mengecek isi dalamnya satu persatu. Di laci atas hanya ada beberapa buku pelajaran lain, sebagian besar tidak menarik perhatianku. Tapi di laci paling bawah aku menemukan sesuatu. Sebuah buku berukuran kecil yang cukup tebal berwarna coklat. Terlihat seperti agenda. Buku ini mencurigakan, diletakkan di bagian laci terdalam. Aku merogoh tanganku lebih dalam dan mengambil buku itu.

Aku membalik-balik buku itu, melihat bagian depan dan belakangnya. Buku itu memiliki penutup magnet. Dengan antusias, aku membuka tutupan magnet itu.

Aku membuka halaman demi halaman. Buku itu sudah terisi sampai setengahnya.

Tunggu. Ini seperti diari. Diari taemin!

Mengetahui hal itu, aku semakin bersemangat.

Diari taemin! Ya ampun, kapan lagi aku dapat kesempatan emas seperti ini??

Tiap halaman taemin hanya menulis sedikit. Dan percaya atau tidak, hampir di semua halaman ada akunya. Ini benar-benar lebih dari sekedar pr bahasa inggris.

Aku membuka halaman tengah buku itu secara acak dan mulai membaca.

 

11 Mei, malam

Nuna tadi aneh, nuna tak suka kalau tanganku di atas adikku. Jangan-jangan nuna perhatikan adikku terus ya? Hahaha

Lalu tadi nuna membuat wajahku berdarah. Tapi aku di kiseu!! woow~^^ lembutnyaa~ >///<

 

Oh, benar-benar anak ini. Lihat apa yang ditulisnya?!

Aku melanjutkan membaca ke halaman selanjutnya.

 

4 juni, siang

Nuna sakit. Aku cemas sekali. Aku tak mau nuna sakit, biar aku saja.

Aku harus menjaga nuna!

 

16 juni, malam

Nuna jadi pacarku! Nuna mau jadi pacarku!!

Uwaah nunaa~^^

Tunggu dulu. Kenapa aku harus memanggil ‘nuna’?

Yeongmi saja^^

Tapi pasti nuna marah.

Lagipula panggil nuna juga tidak masalah^^

Aku mau kiseu kiseu nuna terus, kan nuna sudah jadi pacarkuu~~ ^3^

 

18 juni, dini hari

Tadi aku putus dengan nuna. Tepat jam 12 malam tadi.

Cuma sehari. Ternyata nuna memang tidak mau, hanya aku saja yang kesenangan sendirian. Seperti orang bodoh.

Aku bodoh.

Aku bodoh.

Aku bodoh.

Nuna, aku cinta padamu. Saranghaeyo.

 

19 juni, malam

Kemarin aku lupa bilang.

Meski aku putus dengan nuna, tapi aku kiseu nuna terus sepanjang hari.

Pagi setelah makan, sebelum pergi ke taman bermain, di bus saat ke taman bermain, daan… di atas bianglala. Hot sekali. Aku mau lagi yang seperti itu. Tapi entah kapan.

Sebulan lagi ulang tahunku. Apa saat itu saja?

 

Saat aku membalikkan halaman selanjutnya, tidak ada tulisan. Yang ada hanya gambar.

Aku meneliti gambar itu selama beberapa detik, dan setelahnya aku sadar.

Seketika wajahku memanas.

Dasar taemin!

 

1 agustus, hampir tengah malam

Perutku tidak enaak~

Tadi nuna kasih aku obat. Satu dimasukkan ke bokongku, yang satu dimakan.

Aku malu sekali memperlihatkan bokongku ke nuna. Nuna pakai acara senyum-senyum dan memukul bokongku pula. Maluu~ >///<

Aduh, perutku sakit lagi!

 

2 agustus, pagi

Perutku sudah enakan^^ nuna temani aku sampai tengah malam, gomawo nuna~ ^3^

Ha! Aku ingat tadi malam nuna bilang ‘baby taeminie’ sebelum aku tidur.

Lalu aku dipeluk~ tidurku nyenyak sekali^^

 

23 agustus, malam

Tadi aku bicara pada nuna tentang yeonha.

Nuna tak terlihat terganggu sedikitpun. Aku kesal.

Ternyata memang sampai sekarang hanya aku yang suka pada nuna.

Nuna hanya menganggapku adik!

Kenapa aku harus terlahir jadi adik nuna??

 

Setelah tanggal ini aku ingat apa yang terjadi, jadi aku balik halaman-halaman selanjutnya sampai aku tiba di tanggal yang aman.

 

2 desember, malam

Nuna jahat! Aku tak diberi ppoppo selamat tidur! Jahat!

Tapi aku sayang J

Besok aku akan ppoppo dua kali.

Tidak, tiga kali. Tidak, lima kali. Tidak, sepuluh, seratus kali!

Tapi pasti nuna tidak mau.

Baiklah, dua kali saja J

 

10 desember, malam

Tadi aku dan nuna suap-suapan^^ hehe

Lalu nuna terlihat takut saat aku serang nuna.

Terdengar jahat dan sedikit nakal pakai kata ‘serang’.

Tapi aku suka jadi nakal^^

 

16 desember, siang

Kemarin aku nakal sekali. Aku telanjang di depan nuna.

Hahaha. Muka nuna meraaaaaah sekali

Kalau membayangkannya aku jadi tertawa lagi.

Lalu aku dan nuna tidur di sofa. Badan nuna hangat.

Lalu nuna membangunkan aku tengah malam supaya pindah ke kamar nuna.

Lalu aku pura-pura tidak sadar sambil peluk nuna di kasur. Hehehe, nuna ‘kan tidak tahu.

Hangatnyaa~^v^

                       

28 desember, malam

Katanya besok salju turun.

Tiga hari lagi tahun baru.

Sebulan lagi… >///<

Hehehe, minta lagi aah~

Nuna~ Ccuk! Ccuk! ^3^

 

Setelah tanggal 28 desember tidak ada tulisan lagi. Itu yang terakhir.

Aku meletakkan diari itu ditempatnya semula.

Hehe, tunggu saja sampai dia pulang

***

“nuna, nuna periksa bukuku, ya?” tanya taemin tiba-tiba malam itu. Dia baru keluar dari kamarnya dan sambil membawa buku pr-nya dia berjalan mendekatiku.

Aku menoleh padanya. Mataku mengikuti gerakannya sampai dia duduk di sebelahku, di sofa.

“mana, coba sini lihat” ujarku sambil mengulurkan tangan untuk mengambil buku yang sedang dia pegang itu. “wah~ taeminie~ kau dapat empat puluh~” ujarku sok tak bersalah.

“ah, nuna ini! itu kan nuna yang kasih nilai!” protes taemin. Bibirnya sudah maju membentuk rengutan.

“ah, siapa bilang?” ujarku masih sok tak bersalah.

“nuna tak bisa membohongiku. Itu tulisan nuna, ‘kaan?? Kenapa, sih, nuna periksa-periksa??” ujar taemin lagi. Alisnya berkerut dalam.

“memangnya tidak boleh aku periksa?” tantangku, sengaja aku meninggikan nadaku.

“bukan begitu~” ujar taemin ciut, “tapi masa aku dikasih nilai empat puluh??” protes taemin lagi.

“dengan grammar dan tulisan berantakan seperti itu, memangnya kau mengharapkan nilai berapa??” tantangku lagi.

Mulut taemin makin manyun.

“kau pakai bilang-bilang ganti bajuku saat aku sakit pula, gurumu akan berpikir apa kalau dia baca itu?”

“tapi ‘kan pr-nya tidak dikumpul, nyunyaa~” taemin merampas buku itu dari tanganku dan meletakkannya di pangkuannya. Dia pakai ‘nyunya’ lagi, sudah lama aku tak mendengar kata itu. Hehe, dasar imut.

Taemin diam sebentar sambil melihat karangannya.

“tulisanku tidak seburuk itu kok, nuna~” ujarnya sedih. Aku jadi iba melihatnya.

“hehe, tulisanmu bagus kok, taeminie~” kataku sambil mencubit pipinya yang kenyal itu. “aku hanya bercanda. Hanya saja grammar-mu payah. Kau harus lebih banyak belajar, arachi?”

“ung” taemin mengangguk pelan. “nuna, peluk doong~” katanya tiba-tiba.

Aku tersenyum dan langsung memeluknya. Agak susah karena taemin lebih tinggi dariku, dan karena badanku lebih kecil darinya, aku tak bisa memeluk seluruh badannya untuk paling tidak membuat dia hangat.

Mungkin taemin tahu kalau posisiku kurang nyaman, sebentar kemudian taemin merebahkan kepalanya di pangkuanku. Posisi begitu memang lebih nyaman.

“nuna, sebentar lagi ulang tahun nuna, ya?” tanya taemin tiba-tiba saat aku mulai membelai rambutnya.

“mm” jawabku seadanya.

“nanti kita jalan-jalan ya, nuna~”

“jalan-jalan?” tanyaku bingung, “kemana?”

Taemin diam sebentar.

“nonton film, bikin photobox, makan es krim… nuna mau hadiah apa dariku?” nada taemin tiba-tiba menjadi bersemangat.

“tak usah kasih hadiah, ada kau saja sudah cukup” jawabku.

Taemin langsung memutar kepalanya menjadi menghadapku.

“jinjja?? Nuna mau aku??”

Aku mengangguk pelan.

aku???”

Ekspresi taemin mencurigakan. Aku langsung menjitak kepalanya.

“jangan berpikir macam-macam. Saat aku ulang tahun temani aku saja, oke?” ujarku.

“hehe” taemin nyengir lebar, “ne, nuna~ aku akan temani nuna.”

“yaksok?” aku mengeluarkan jari kelingkingku.

“yaksok” taemin tersenyum dan mengaitkan jari kelingkingnya ke jariku.  “ppoppo dulu dong, nuna~” ujarnya lagi.

Ccuk!

Aku langsung mencium bibirnya cepat.

Taemin tersenyum misterius. Entah apa yang dia pikirkan. Tapi yang pasti dia tak tahu kalau aku sudah mengintip diarinya. Hahaha.

= = =

Leave Comment ! Gomawo 😀

Advertisements

5 thoughts on “FF/S/Nuna’s Diary (page 94-99)

  1. Eh ???? Udah lama gak mampir… Ahaaaay… Ngakak sendiri liat diary… Apalagi bagian gambar ♡(>̯┌┐<)♡ KyAaaaaaaaaaaaaa…..
    yeongmi-si mau ultah.. Asiiik tumpengan yoook *nahloh ?

    Itu waktu taemin bilang "aku suka jadi nakal*
    Aiiiih anak kecil *walaupun umur udah gede* gak boleh gituuu, kasian nunanya… Tapi nunanya kan suka… Sama aja kalau gitu -_- , nunanya marah-marah tapi mau iiih… Geniiit

    Di tunggu halaman selanjutnya xD , bocorin lagi diary taemin dong , heehehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s