FF/S/Nuna’s Diary (page 119-121)

= Nuna’s Diary =

Page: 119-121

Cast:

  • Nuna
  • Taemin

Genre: Family, Incest

= = =

Pintu rumah membanting keras di belakangku.

“taeminie?”

Tak ada tanda-tanda taemin di ruang tv. Aku mencari ke kamarnya.

“taeminie?”

Tidak ada juga.

Kemana sih, anak itu?

Aku membuka pintu kamar mandi, tapi taemin masih tak kelihatan.

Terakhir, kamarku.

Aku membuka pintu kamarku dengan perlahan.

“taemi—kyaa~~ taeminie~~!!”

Rupanya taemin sedang tidur-tiduran di atas kasurku dan dia menggunakan headset, pantas saja dari tadi aku panggil tak menyahut.

Taemin terlihat terkejut saat dilihatnya aku berlari menghambur ke arahnya.

“nuna, sudah pula—uhg!”

Perkataan taemin terpotong karena aku langsung menangkapnya ke dalam pelukanku. Karena kekuatan doronganku, badan taemin terhempas ke kasur. Headset-nya sudah terlepas dengan sendirinya.

“aigoo~~ Nuna ini kenapa?” tanya taemin saat kami berusaha bangkit kembali. Aku hanya nyengir sambil melihatnya.

“coba tebak, taeminie?” ujarku iseng.

“apa?” taemin memanyunkan mulutnya sementara sebelah tangannya mengurut pelan bokongnya. Hihi, pasti karena terhempas tadi.

“tadi seseorang senyum padaku.” jelasku singkat. Senyumku tak bisa aku tahan.

“seseorang siapa, nuna?” tanya taemin penasaran.

“ada deeh~~ hehe~” aku masih terus nyengir.

Alis taemin berkerut.

“namja?” tebaknya.

Aku mengangguk tiga kali, masih dengan senyum lebar.

“siapa?” tanya taemin lagi. Aku hampir tak bisa menemukan nada tak senang di dalamnya. Aku terlalu bahagia.

“dia mirip denganmu.” Jawabku lagi. Kerutan alis taemin makin dalam.

“mirip denganku?” nada taemin naik setingkat lebih tinggi, “memangnya selain kai siapa lagi yang mirip denganku?” taemin terlihat bingung sendiri.

“ya, seseorang itu” jawabku lagi.

“hah?” taemin masih terlihat belum percaya, “memangnya mau berapa banyak orang tampan di dunia ini?”

Butuh beberapa detik bagiku untuk memahami kata-kata taemin.

“hihi, dasar kau!” aku mengacak-acak rambut tebal berwarna coklat itu. Sedetik kemudian, aku kembali menikmati sensasi menyenangkan di perutku karena mendapat senyuman dari orang tadi.

“nuna kenapa sih??” alis taemin sudah berkerut lagi.

Aku mengangkat bahu dan menggelengkan kepalaku. Bibirku masih membentuk senyuman dan pandanganku menerawang.

“manis…” gumamku pelan. Wajah yang tadi terbayang lagi. Benar-benar mirip taemin. Imutnya hampir sama dengan taemin. Kenapa sih orang itu mesti mengedip-kedipkan matanya seperti itu?? Benar-benar mirip adikku. Haah~

Brugh!

Tubuhku terhempas di kasur saat aku masih dalam keadaan setengah sadar. Saat rohku kembali lagi ke tubuhku, taemin sudah berada di atasku dengan wajah dewasanya. Ini bukan berita bagus.

Aku menelan ludahku.

“apa?” tanyaku sedikit canggung.

Tak ada jawaban dari taemin. Dia hanya mulai mendekatkan wajahnya, sementara kedua tangannya menahan kedua tanganku di samping kepalaku. Aku tak bisa lari.

Ccuk~

Aku tak sempat menutup mata dan aku juga tidak mau menutup mata. Aku bukan dalam saat ingin kiseu sekarang, tapi taemin yang berubah jadi dewasa ini aku juga tak bisa menghindarinya. Taemin menggigit bibirku sebelum dia mengangkat kembali kepalanya. Kami lalu bertatapan.

“taeminie?” bisikku pelan.

“hm?”

Jawaban yang sangat singkat, sementara taemin menyentuhkan hidung kami berdua. Matanya ditutupnya dan kemudian bibir kami kembali saling menempel.

Tak lama. Taemin mengangkat kembali wajahnya hanya beberapa detik kemudian. Wajahnya sudah kembali imut sekarang.

“taeminie, coba kau senyum sambil mengedip dua kali” pintaku saat wajah taemin masih berada tak lebih dari sepuluh senti di atas wajahku. Dengan posisi begini, aku benar-benar bisa melihat mata taemin dalam-dalam.

Taemin melakukan apa yang aku suruh, tersenyum malu-malu sambil mengedip-kedipkan matanya.

Ya ampun! Ekspresi yang sama! Ternyata benar-benar mirip!

“kyaaa~~”

Tanganku langsung spontan memeluk leher adikku. Aku suka ini. Adikku memang imut~

“hehe” terdengar gumaman taemin di samping telingaku, “posisi begini bahaya loh, nuna~” katanya tiba-tiba.

“eh iya”

Aku langsung melepas pelukannya, lalu kami kembali duduk. Aku masih tersenyum melihat taemin. Sekarang dia lagi-lagi tersenyum sambil berkedip begitu.

Ya ampun, imutnyaa~~

“taeminie, kau imut” ujarku sambil mencubit pipinya yang sedikit berisi.

Ccuk!

Tanpa aba-aba, taemin menyambar bibirku.

“mulai sekarang, kalau nuna bilang aku imut, aku akan ppoppo nuna.” Ujar taemin kemudian.

“aku tak setuju” bantahku.

“kenapa? Atau ganti ppoppo dengan kiseu?” tawar taemin lagi dengan wajah nakalnya.

“bukan begitu! Hahaha, kau ini. Dasar imut!”

Ccuk!

“dapat lagi~ hehe~”

“imut imut imut imut imuuutttt~~”

“ccuk ccuk ccuk ccuk ccuk ccuuuuk~~~”

“ya! Kau kelebihan sekali! Curang!” protesku.

“kalau lima gratis satu, nuna~ hehe~” senyum taemin mengembang sempurna. Kali ini tidak dengan kedipan tapi tetap saja imutnya tak hilang.

“apa-apaan itu?” aku mengerutkan alisku tanda tak senang. Tapi sedetik kemudian aku tersenyum lagi.

“taeminie, aku sayang kau”

Wajah taemin berubah lebih lembut setelah aku berkata seperti itu.

“aku juga sayang nuna” balasnya, “nuna~”

“hm?”

“nuna tidak boleh terpesona kepada orang lain selain aku. Cuma aku yang boleh nuna bilang ‘imut’, orang lain tak boleh. Ya, nuna?”

Aku terdiam sebentar, mencoba berpikir jawaban apa yang cocok untuk menyangkal perkataan taemin barusan.

“tapi kan orang itu mirip kau, taeminie~” protesku setelah beberapa detik terdiam.

“tapi tetap saja aku tak suka” bibir taemin membentuk cibiran, bibir bawahnya mencuat keluar lebih jauh dari bibir atasnya. Bahkan dia begitu pun tetap saja terlihat imut. Adikku memang tak ada tandingannya.

“kau cemburu, yaa~?” godaku sambil mencolek sedikit pipi taemin.

Taemin mengangguk polos.

“pokoknya yang boleh nuna bilang imut cuma aku, yang boleh nuna bilang manis cuma aku, yang boleh membuat nuna senyum-senyum dengan pipi merah seperti tadi cuma aku!!” taemin bersikeras dengan tampang polosnya itu. Aku tak bisa membantahnya lagi kali ini.

“ne~” ujarku geram sambil menggosok-gosokkan kedua tanganku di pipi taemin, “dasar imut!”

Ccuk!

Taemin mencium bibirku sekilas lagi.

“dapat satu lagi, nuna~ hehe~” katanya dengan mata menyipit dan senyum mengembang lebar.

Dasar anak kecil…

= = =

Advertisements

5 thoughts on “FF/S/Nuna’s Diary (page 119-121)

  1. Emang siapa lgi yg mirip ama taemin imut???…*ccuk…dipoppo taemin*
    kyaknya gak ada deh yg seimut taemin….*ccuk…ccuk…#poppo lgi
    kan cuman taemin yg paling imut…*ccuuukkkkkk…..ccuuukkkkk…..#plakkk..ditabok nuna…

  2. Satu kali ppoppo= satu kali imut
    Kalau saya jadi nunanya bakal bilang taemin imut 1000 kali juga oke deh…
    Wkwkwkwkwk
    Tenang saja.. Berjuta wajah yg mirip dengan taeminie. Tapi nunanya hanya suka sama kai, eh maksudnye taemin
    *taemin ngambek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s