FF/S/Nuna’s Diary (page 128-131)

= Nuna’s Diary =

Page: 128-131

Cast:

  • Nuna
  • Taemin

Genre: Family, Incest

awww taeminie nakaal~~ >W<!!

= = =

Cklek!

Taemin langsung menghambur masuk ke dalam rumah begitu pintu depan kubuka.

“kami pulang~” ujarku. Memang tak ada yang menyahut, tapi seperti sudah kebiasaan kalau aku baru sampai rumah pasti berkata seperti itu.

Aku menghidupkan semua lampu sementara taemin terus berjalan lurus ke kamar mandi. Aku selalu mengajarkan taemin untuk segera mencuci kaki jika baru masuk ke dalam rumah. Tadi dia tertidur di dalam bus. Setelah kami pergi jalan-jalan seharian sepertinya dia kecapekan.

“aku ngantuk sekali. Aku nanti tidur di kamar nuna, ya.” Izinnya tadi saat kami berjalan pulang. Karena itu dia sekarang mendahuluiku masuk ke kamarku sementara aku mencuci kaki dulu dan sekalian mengganti baju rumah.

Saat aku sampai di kamar, taemin sudah berbaring asal-asalan di atas kasurku. Aku tersenyum dan mendekatinya. Dengan badan tertelungkup begitu dia tampak makin imut. Matanya sudah tertutup, pasti sudah hampir tertidur. Aku menggoyangkan badannya sedikit.

“taeminie~ ganti baju dulu~” ujarku sambil mengelus rambutnya.

“aku sudah ngantuk sekali, nuna~” jawab taemin tak jelas. Tak tega juga sebenarnya membangunkan dia. Tapi bagaimana pun dia harus ganti baju, paling tidak celana.

“ganti celana saja kalau begitu” kataku lagi. Tak ada respon dari taemin. Aku tersenyum lagi. Si kecil ini sepertinya memang sudah benar-benar mengantuk. “taeminie~” aku coba memanggil lagi.

“nuna saja yang bukakan, aku mengantuk sekali~” taemin merengek padaku. Matanya dari tadi tak mau dibukanya. Aku berpikir sebentar.

“di dalam kau pakai celana pendek tidak?” tanyaku. Kalau dia pakai celana pendek sih tak apa-apa. Taemin menjawab pertanyaanku dengan anggukan. Dia lalu mengubah posisinya menjadi berbaring terlentang. Salah satu bantalku digunakannya untuk menutup wajahnya, tanda kalau dia tak mau diganggu lagi. Sebentar saja dengkur pelannya sudah terdengar.

Aku menghembuskan napas berat. Si taemin ini kadang-kadang merepotkan. Kalau aku yang buka celananya saat dia tidur seperti ini rasanya agak aneh. Ah, tapi dia kan pakai celana pendek di dalam, tak ada masalah.

Aku menyibakkan baju kaos yang menutupi zipper celananya. Wajahku jadi panas. Memang agak aneh kalau keadaannya seperti ini. Dengan perlahan, aku mulai membuka kancing dan kancing tarik celananya. Aku mencoba menghilangkan pikiran-pikiran aneh yang melesat di kepalaku.

Taeminie adikku. Taeminie adikku. Taeminie adikku.

Aku mencoba mengulang kalimat itu.

Sekarang kancing tarik celananya sudah terbuka, aku tinggal menarik celana jins-nya ke bawah dan taemin akan tidur dengan celana pendeknya.

Zreet~

Aku mencoba menarik celananya ke bawah.

Agak aneh. Celana pendeknya terlalu tipis. Ah, tapi mungkin memang tipis, pikirku.

Aku terus menarik celana jins taemin ke bawah.

Kenapa celana pendek ini pendek sekali? Hanya menutupi sampai bagian…

SRAKK!!

Aku menarik celana jins taemin ke atas lagi.

APANYA YANG ‘PAKAI CELANA PENDEK’?? Itu bahkan bukan celana pendek!! Itu celana dalam!!

Aku memukul kaki taemin karena kesal.

Dasar anak nakal! Berani-beraninya dia membohongi aku!

Taemin terbangun karena pukulanku. Dia menyingkirkan bantal yang menutupi wajahnya dan kemudian melihatku dengan mata merahnya. Dia terlihat bingung, tapi kemudian taemin memperbaiki posisi lagi.

Harus aku katakan sebelum dia benar-benar tertidur.

“taeminie! Celanamu!” ujarku kesal.

“ck!” taemin berdecak dan langsung melucuti celananya. Itu dilakukannya dengan mata masih menutup. Aku menutup mataku dengan tangan, tapi masih mengintip juga. Segera setelah taemin melempar celananya ke samping kasur, dia tak bergerak lagi. Sudah tertidur lagi. Aku menurunkan tanganku dan melihat taemin dengan pandangan iba.

Sepertinya dia benar-benar tidak sadar kalau dia tak pakai celana pendek. Dan aku sudah memukulnya tadi sampai dia terbangun.  Jahat sekali aku ini.

Kulihat wajah tidur taemin yang damai. Dia sudah mendengkur lagi.

Aku bangkit dari tempat tidur untuk mengambil selimut di kamar taemin. Saat aku kembali ke kamarku, selimut itu aku tutupi ke taemin. Setelah itu aku masuk ke dalam selimutku sendiri. Taemin mengimpit hampir seluruh bagian kasur. Aku selalu merapikan tempat tidurku dengan membentangkan selimut di atasnya dan sekarang taemin mengimpit sebagian besar selimutku. Aku terpaksa memasukkan diri di bagian selimut yang tersisa. Dengan begini paling tidak aku bisa tidur. Meski aku merasa agak sempit, tapi paling tidak adikku tidak masuk angin gara-gara tidak pakai celana.

Paginya, aku yang bangun duluan. Taemin masih terlelap sementara selimutnya sudah ditendangnya sampai bawah kasur dan bajunya sudah terbuka setengah. Aku sedikit terkejut melihatnya tadi. Melihat adikku yang setengah telanjang begitu tidur di kasurku sementara aku tidur di sebelahnya membuat aku berpikir yang tidak-tidak.

Aku beranjak dan mengambil selimut taemin yang jatuh dan menyelimuti taemin lagi dengan selimut itu. Baru saja aku ingin membuka jendela, tiba-tiba terdengar suara taemin.

“nuna, ‘dah pagi, ya?” katanya tak jelas. Aku tersenyum dan mengangguk padanya sementara gorden aku buka lebar-lebar agar cahaya matahari masuk ke kamarku dengan sempurna.

Taemin ikut tersenyum sambil mengucek matanya. Saat dia menyibakkan selimutnya sendiri, barulah kehebohan terjadi.

“nuna! ya ampun, nuna! bagaimana ini??” ujarnya panik.

“wae??” tanyaku bingung. Taemin tak menjawab. Dia hanya menatapku dengan pandangan khawatir. Setelah menelan ludahnya, barulah dia bicara lagi.

“nuna… tadi malam apa yang kita lakukan?” tanyanya hati-hati. Alisku berkerut bingung.

“tidur, ‘kan?” ujarku memastikan. Taemin langsung menggeleng cepat.

“bukan itu, nuna~” taemin menelan ludahnya lagi, “tadi malam aku yang serang nuna atau nuna yang serang aku?” tanyanya lagi. Alisku berkerut makin dalam.

“aku tak mengerti, taeminie. Maksudmu aku yang menyerang—“ kata-kataku terhenti karena taemin menyibak selimutnya lebar-lebar, memperlihatkan dia dengan hanya-celana-dalam-nya itu, “—YAA!! Tutup!!” suruhku cepat. Taemin segera memakai selimutnya lagi.

“sebenarnya apa yang terjadi, nuna??” tanyanya gelisah.

Aku menghembuskan napas berat dan kemudian berjalan mendekatinya.

“babo!” ujarku sambil menjitak kepalanya. Taemin mengeluh pelan, tapi ekspresinya sudah berubah lagi saat aku duduk di sebelahnya.

“kau ingat tidak tadi malam kau minta tolong bukakan celana padaku?” tanyaku.

Taemin mengangguk.

“kau ingat tidak aku bertanya apa kau pakai celana pendek atau tidak?” tanyaku lagi.

Taemin tampak berpikir sebentar, dan kemudian dia menggeleng.

Haah~ pantas saja.

“jadi saat aku tanya begitu, kau mengangguk. Jadi aku buka saja. Tapi kau tahu sendiri kan, kecil, kalau ternyata kau tidak pakai celana pendek sama sekali. Hanya celana dalam biru gelap-mu itu.” Ujarku panjang lebar.

“jadi meski nuna tahu kalau aku tak pakai celana pendek, tapi nuna buka juga celana jins-ku?” tanya taemin polos. Wajahnya tampak sedikit tak percaya.

“bukanlah, babo!” aku menjitak kepalanya lagi, “itu kau yang buka sendiri! Pasti kau tak ingat kan??” tebakku.

“ooh~ begitu ceritanya~” bibir taemin membentuk huruf ‘o’ bulat, “tapi nuna tidak lihat ‘kan, nuna?” tanya taemin.

Aku melirik taemin.

“mm~ lihat sih, sedikit~” ujarku iseng.

“aa~ nuna~~! Aku malu~~” taemin menutup wajahnya dengan selimut, tapi bibirnya membentuk senyuman. Dasar imut. Pasti dia senang juga.

“tapi aku jadi heran.” Ujarku lagi.

“heran kenapa, nuna?” tanya taemin bingung. Aku melirik iseng pada taemin.

“adikku kurus, tapi kenapa ‘adik’ yang satu itu bisa gemuk begitu ya?” tanyaku pada diri sendiri, pura-pura memikirkan sesuatu.

Butuh tiga detik bagi taemin untuk mengerti apa maksud kata-kataku.

“nuna nakaaaaaalll~~~!!!!!” jeritnya sambil menutup seluruh tubuhnya dalam selimut.

Hahahaha. Dasar kecil.

= = =

Advertisements

3 thoughts on “FF/S/Nuna’s Diary (page 128-131)

  1. Taemiiiiinn (≧∇≦)
    Nappeun ! Aduuuh taemin taemin taemin taemin.
    Rasanya pengen bawa pulang trus kelonin di rumah 😀

  2. Aigoooo…
    Taemin tidurnya gimana sih?
    Kok tuh selimut bisa sampe jatuh.
    Pasti ada tidur ngigaunya sambil nari-nari atau nendang.
    Tuh nunanya pasti udah biasa di tendang2 taemin. Ckckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s