FF/Taemin’s Diary (Don’t Cry, Noona…)/PG

= Taemin’s Diary =

SubTitle: Don’t Cry, Noona

Rating: PG

Author’s note: Short one, haha! enjoy ;D

= = =

Nuna sudah pulang. Aku tahu itu karena mulai berisik di luar. Dari tadi aku berada di kamar sambil membaca majalah.

Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki nuna yang mendekati kamarku. Pasti sebentar lagi nuna masuk.

Cklek!

“taemnie~” panggil nuna.

“hmm?” aku sengaja tidak menoleh ke nuna dan terus pura-pura fokus dengan majalah.

“taemnie~” pintu kamarku tertutup lalu nuna mendekatiku. Aku tahu itu meskipun aku sedang menelungkup, tapi aku masih tak mau menoleh. “taemnie~” panggil nuna lagi. Kali ini sambil menarik-narik ujung bajuku. Ada yang tidak beres, suara nuna serak seperti mau menangis. Aku langsung melihat nuna. Benar saja, mata nuna sudah berair.

“nuna kenapa?” tanyaku sambil duduk menghadap nuna. Nuna hanya melihatku dengan bendungan air mata yang hampir jebol.

“aku dimarahin” ujar nuna sambil merengek, berbarengan dengan air mata pertama-nya yang jatuh. Hanya dua yang bisa membuat nuna menangis, saat nuna merasa kecewa dan kalau nuna merasa sangat bersalah.

“dimarahkan siapa, nuna?” tanyaku. Aku jadi ikut sedih dan jadi ingin menangis. Selalu begini, kalau nuna menangis, aku juga pasti akan menangis.

Nuna tak menjawab. Dia hanya memandang ke bawah, nyaris menutup matanya, dan mencoba sekuat tenaga menahan isakannya. Kemudian nuna menggeleng.

“nuna jangan menangis lagi~” suruhku sambil menghapus air mata nuna. Nuna menggeleng lagi. Aku tak tahu maksudnya apa. Nuna hanya meraih tanganku dan menggenggamnya erat-erat. Sementara itu air mata nuna terus mengalir.

Aku tak tahan, tak mungkin aku tak berbuat apa-apa.

“nuna jangan menangis~” akhirnya aku peluk nuna. Saat badan kami menempel, barulah nuna mengeluarkan isakannya. Nuna menangis seperti anak kecil sambil memelukku erat-erat. Aku menenangkan nuna dengan menggosok punggungnya, hal yang sering nuna lakukan padaku kalau aku menangis.

Nuna menangis hanya sebentar. Setelah itu nuna melepaskan pelukannya. Wajah nuna sudah basah dengan air mata, dan nuna masih saja melihat ke bawah, mungkin tak berani melihat wajahku, mungkin nuna malu.

Aku mengelus pipi nuna, menghapus bekas air mata yang ada di sana. Nuna akhirnya memandangku, setelah elusan-ku yang ketiga di pipi nuna. Baru aku sadar kalau wajah nuna begitu dekat. Bibirnya sedikit maju karena dia memberengut. Kalau dekat begini aku jadi tak tahan.

Aku menempelkan bibirku ke bibir nuna setelah dagu nuna sedikit kuangkat dengan menggunakan jari telunjukku. Nuna tidak menolak, malah tadi nuna yang duluan menutup mata. Bibir nuna lembut, tapi sedikit asin. Mungkin karena bekas air mata tadi.

Aku menarik dagu nuna sedikit ke bawah agar bibir nuna terbuka, dan kemudian aku mulai meraupnya. Nuna merespon, nuna juga meraup bibirku. Lembut sekali. Kami melakukannya dengan perlahan dan hati-hati.

Setelah berapa lama, aku menyudahi ciuman itu. Nuna tiba-tiba memelukku lagi.

“nuna jangan menangis lagi~” ujarku lagi. Hanya itu yang bisa aku katakan dari tadi.

Nuna mengangguk.

“gomawo, taemnie” ujar nuna kemudian.

Aku mengangguk. Aku senang bisa jadi sumber kekuatan bagi nuna.

= = =

Advertisements

7 thoughts on “FF/Taemin’s Diary (Don’t Cry, Noona…)/PG

  1. Waaa enak baget yaa kalo nangis dicium sama taemin. Aku mau dooong :3 . Youngmin eonni, ini minim banget 😦 , kagak puass ! Bikin lagi, bikin lagiii :@

  2. cerita nya simple,tp cles n romantis..lg sedih n nangis trus dikiseu sm taemin..T,T mauuuuuu >.<

  3. aaaaa,,dasar si taeminnn dalam keadaan kaya gitu juga masih ajaaa nyosor..tapi saya suka.. #plak gyahahahha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s