Tag Archive | EXO

EXO Baby Don’t Cry song cover by Taemznuna

Another thing to do in my spare time beside making fanfiction: making cover from my favorite song. It’s EXO’s Baby Don’t Cry. Check it out! 😉

How is it? Good? Bad? Leave comment! 🙂

Advertisements

FF/Drabble/So That’s Chen/PG

= So That’s Chen =

Title: So That’s Chen (Drabble)

Author: Taemznuna

Cast:

  • Someone
  • Chen
  • EXO Members

Author’s note:

ide FF ini muncul setelah saya nonton interview EXO-M di Yinyuetai. Entah kenapa nglompat langsung aja gitu idenya waktu liat Chennie :’) FF ini juga jadi FF pertama saya yang main cast-nya Chen (sebelumnya Chen cuma jadi cameo di Nuna’s Diary). Karena drabble, jadi isinya bener2 dikit. Juga karena ide di kepala uda lompat2 duluan, sementara jari ga bisa ngimbangi selagi ngetik, kata2 nya jadi banyak yang aneh. tapi ga bisa ngedit saya nya mah. ga tau mau di edit gimana juga. Pengen bikin yang dramatis *ceileh* tapi hasilnya jadi begini.

Di baca aja deh ya 😀

oh iya, tinggalin komen doong bagi yang uda baca~ kan saya pen tau juga pendapat riders mengenai ff dadakan saya ini. 🙂

gomawo~^^;;

PS: Taeminie masi tetep no 1 kok *ppoppo tmin*

= = =

Foreword:

‘Aku’ adalah wanita kelahiran tahun 1989 yang menjadi pengurus rumah tangga di dorm EXO. Saat itu EXO-K dan EXO-M masih belum terbentuk, jadi keduabelas anggota EXO masih tinggal di dorm yang sama. Hanya ada mereka bertigabelas di dorm itu, 12 anggota EXO dan ‘aku’.

Suatu waktu, 11 anggota EXO kecuali Chen pergi keluar dorm untuk suatu urusan. Chen yang belum sembuh benar dari sakitnya ditinggalkan oleh 11 anggota lain saat dia sedang tertidur. Hanya ada Chen dan ‘aku’ di dorm saat itu. Karena hanya tinggal berdua, Chen dan ‘aku’ saling berbagi cerita.

Chen yang selama ini dikenal sebagai anak yang pendiam membuat terkejut ‘aku’ karena tiba-tiba menjadi anak yang ceria. ‘Aku’ juga baru menyadari bahwa Chen berubah menjadi anak yang atraktif sekali jika dia sedang bersemangat. Perubahan mendadak ini membuat ‘aku’ menjadi tertarik pada Chen. Chen yang selama ini tidak terlalu diperhatikan oleh ‘aku’ dibandingkan dengan 11 anggota EXO lain langsung menyedot perhatian ‘aku’ dalam sekejap.

= = =

– So That’s Chen –

Chen terus berbicara panjang lebar sementara aku terus memperhatikan bibir tipisnya. Alisnya yang kalem bisa berubah bentuk dalam sekejap meski dia hanya mengerutkannya sedikit. Aku tak mengerti, tetapi asal kata-kata baru melompat dari mulutnya, seperti ada dorongan untuk lebih mendekat kepadanya yang terjadi dalam diriku.

Aku benar-benar tertarik pada anak ini, entah kenapa. Sebelumnya tak pernah aku memperhatikan dia, biasanya di mataku selalu Luhan yang ceria. Entahlah, mungkin karena anak ini terlalu pendiam sehingga dia tak masuk ke pandangan mataku dibanding 11 anak menarik lainnya. Dia ikut tertawa saat Baekhyun, Lay atau Chanyeol memberi lelucon ketika 12 anak-anak ini berkumpul, hanya itu yang aku perhatikan dari dirinya selama ini. Tapi setelah dia berbincang banyak hari ini di saat kami hanya berdua di dorm, dia benar-benar terlihat berbeda.

Bibir tipis itu terus bergerak sementara cerita-cerita baru mengalir dari mulutnya. Terkadang dia merapatkan bibirnya atau sekadar membasahkannya dengan lidah. Saat tersenyum atau tertawa, bibir itu makin tipis. Sungguh, anak ini ternyata benar-benar menarik.

“nuna?”

Panggilannya membuatku tersadar. Entah sejak kapan wajah Chen jadi sedekat ini. Matanya tepat di depan mataku, napasnya juga bisa aku rasakan di kulit wajahku.

Aku jadi bingung. Apa aku secara tak sadar terus mendekatinya saat dia bercerita tadi? Mungkin tanpa sadar, dorongan yang menyuruhku untuk terus mendekatinya tadi memaksa tubuhku untuk benar-benar mendekati anak ini. Entahlah, mungkin itu yang terjadi.

Chen tampak gugup, terlihat dari sorot matanya. Sedetik kemudian, Chen menelan ludahnya.

“warna matamu ternyata coklat juga.” Alihku sambil menjauhkan diri. Jantungku berdegup cepat sekali.

Warna mata! Bagus! Pemikiran cepat yang bagus! Mungkin dia percaya, mungkin juga tidak.

Butuh waktu beberapa detik bagi Chen untuk memahami kata-kataku. Bukan karena dia tidak mengerti, tapi mungkin karena dia terlalu terkejut saat aku mendekatinya tadi. Namun setelah itu senyumnya mengembang lebar dan matanya menyipit setelah satu dengusan tawa pelan. Tangan kanannya meraba dadanya.

“wah, aku terkejut,” Ujarnya sambil terus tersenyum lebar. Bagian samping matanya berkerut. “kukira nuna mau menciumku atau apa.”

Itu dia. Itu kata sandinya. Seperti yang sudah aku katakan, setiap lompatan kata yang keluar dari mulutnya menghasilkan sebuah dorongan dari dalam tubuhku untuk mendekatinya.

Kali ini bukan dengan tak sadar lagi. Kali ini otakku sendiri yang menyuruh tubuhku untuk sekali lagi mendekatinya, mendekati anak ini, menempatkan wajahku hanya beberapa senti dari wajahnya. Lagi.

Lagi-lagi Chen terdiam. Namun tak ada sedikitpun rona terkejut yang terpancar di wajahnya. Anak ini malah tersenyum dengan bibir tipisnya itu. Seperti sudah siap.

Hanya sebentar sekali setelah senyum tipis itu, kami saling menyilangkan kepala. Aku hampir tak percaya bahwa orang pertama yang aku cium di antara ke-12 anak-anak ini adalah Chen, anak yang selama ini paling tidak aku perhatikan. Tapi bibir tipis ternyata lincah juga.

Kami bertatapan setelah ciuman itu selesai. Senyumku mengembang, meski kepalaku masih berkutat tentang bagaimana ini bisa terjadi. Semuanya seperti berjalan cepat sekali.

“selama ini hanya aku saja yang selalu memperhatikan nuna. Mulai sekarang, giliran nuna yang harus membalas semua perhatian dariku.” Bibir tipis itu mulai menari lagi di mataku, “arachi?”

Aku mendengus pelan, dan diikuti dengan senyumku yang mengembang makin lebar. Kata ‘arachi’ dengan alis berkerut dan mimik meminta persetujuan dengan setengah memaksa begitu, siapa yang bisa menolak?

“geurae, aku milikmu sekarang.” Ujarku sambil menaikkan salah satu alis. Anak ini ternyata benar-benar menarik. Tak butuh waktu lama bagiku untuk langsung terpaku padanya. “maaf karena aku terlalu cepat mencintaimu.” Tambahku lagi.

Senyum Chen mengembang lagi, kali ini dengan lidah yang digigitnya. Manis.

= = =

PPS: Komen yaaa~ 😀

EXOtics (?) Member Card – So I made it myself

 

I saw so many EXO pages in facebook which offer some EXO’ fans member cards. then i was thinking why i don’t make it myself? 🙂

 

yeah i know they haven’t named exo’s official fandom yet, but here let’s say it ‘exotics’. i love that name 🙂

 

so here it is…

i know it’s sooooo simple that i only used ‘paint’ to make it. but i’m satisfied enough with this. also i could insert CHEN’s symbol in it! 😀

however, EXO 파이팅!!!

= = =

Posted by: Taemznuna