Tag Archive | Yaoi

about post: [2min kiss ..?? (picture)]

I make this post to fix my older post with title: 2min kiss ..? (picture).

today, i got the answer whether they are 2min or not. and the answer is NO. yeah, it was just edited by fans or anti, i don’t know. but the point is the editing was quite good (ok, it’s almost GREAT) that i couldn’t ensure it that time.

i got comments for today and one of them was sent by someone name ‘wanpa’ who gave a youtube link about the picture. she/he doesn’t want her/his comment to be showed but i really thank him/her. THANK YOU, WANPA 😀

so the picture actually is the picture of–i don’t know–china’s yaoi couple named Law and Kirio (or that was written in the youtube video that i told before) . and it got some editted by someone, then tada! law and kirio changed to minho-taemin.

i don’t know how to feel, between relieved knowing that they’re not 2min or sad to know that they’re not 2min (?).  but in the end i got a new feel–searching for more videos or pictures of law-kirio. yea, got new yaoi couple^^ yippiee~~

is this mean that i really become yaoi shipper? who knows… 😀

Advertisements

FF – SHINee/Scholarship Boy (stuck)

annyeong~~

ini ff SHINee (total 5 buah ff dgn masing2 main cast ny para member shinee. ff dgn main cast Onew berjudul Missing Onew uda di-pablis. sementara 3 yang laen masi belum di-pablis), yang tokoh utama nya Minho *ngangkat mino*. ff yang ini ber-genre yaoi dan ga ada (atau belum ada) unsur NC. huohooo~ *snyumSetan*

naah, bagi rider yang ga hobi baca cerita yaoi, saya sarankan mundur perlahan, drpd ntar nya malah jiji sndiri trus lbh buruk lagi malah ng-bash saya lewat komen ato imel ato lewat manapun.  bagi yang suka yaoi~ silakan teruskan hwahaa:D

잘 읽어보세요~^ㅇ^

= FF =

Title: Scholarship Boy

Episode : 1 of ?

Status : Stuck

Cast:

  • SHINee Minho (Main Cast)
  • other members of SHINee
  • other casts are fake

Genre: Friendship, Yaoi

= = =

Author PoV—

Taemin melihat ke sekeliling. Gedung tiga lantai yang berdiri kokoh di depannya membuatnya sedikit terpana. Dia memperhatikan gedung itu dari sisi barat ke timur. Matanya meneliti relief-relief rumit yang dipahat rapi di dinding gedung. Dua tiang besar menyangga sisi depan beranda gedung.

“jinjjayo?” bisik taemin sembari melangkahkan kakinya ke tangga yang menuju beranda gedung.

Taemin masih tidak percaya dia mendapat beasiswa di sekolah megah ini. Dia tahu dia dapat beasiswa di salah satu sekolah swasta khusus laki-laki satu-satunya di kota kecil ini, tapi taemin tak pernah tahu kalau gedung sekolah ini benar-benar terlihat mewah.

Taemin berdecak kagum sekali lagi saat memasuki lobi gedung. Meski terlihat kuno dari luar, interior gedung ini benar-benar modern. Air terjun buatan yang dilapisi kaca berada di sisi dinding di sebelah kirinya. Di sebelah kanan, seorang wanita paruh baya berdiri di belakang meja tinggi serupa meja resepsionis. Papan kecil di atas meja itu bertuliskan ‘informasi’. Taemin menghampiri wanita itu.

“sillyehamnida” ujar taemin seraya membetulkan letak tali tas yang sedang disandangnya di bahu kanannya, kopernya diletakkan berdiri di sampingnya.

Wanita itu mengalihkan pandangannya dari kertas di depannya untuk melihat taemin, dibetulkannya letak kacamatanya. Wanita itu mengangkat sedikit kepalanya sambil menatap taemin dengan angkuh. Taemin tersenyum singkat sambil menganggukkan kepalanya pada wanita itu sebelum melanjutkan perkataannya.

“saya murid baru di sini dan sudah memesan satu kamar di asrama…”, taemin bingung harus berkata apa lagi, “mm.. jadi..”. belum sempat taemin menyelesaikan kalimatnya, wanita itu menyodorkan selembar formulir padanya.

“isi ini” ujar wanita itu singkat.

Taemin mengisi formulir itu dengan sedikit bingung. Beberapa pertanyaan aneh membuat alisnya sedikit berkerut.

“kamarmu nomor 415” ujar wanita itu singkat saat taemin menyerahkan formulir yang sudah diisinya. Sebuah kunci diletakkannya di atas meja. Taemin mengambil kunci itu dan memandang wanita itu bingung.

“gamsahamnida” ujarnya pelan sambil sedikit membungkukkan badan.

Minho pov—

Aku benci musim panas. Tubuhku jadi cepat berkeringat dan terasa lengket.

Kubuka t-shirt abu-abuku. Di kamar hanya ada aku, jadi tak perlu malu. Sebuah tempat tidur lain di ruangan ini masih kosong, masih belum ada yang menempati.

Aku menjatuhkan tubuhku di atas kasur dan menyambar notebook-ku. Tampilan desktop-nya tampak kabur, aku lupa memakai kacamata. Dengan malas aku berdiri dan mengambil kacamataku yang berada di atas meja. Dan saat itulah pintu kamarku terbuka. Aku langsung menoleh dan segera menyambar t-shirt-ku lagi begitu tahu siapa yang membuka pintu kamarku.

Seorang yeoja! Seorang yeoja berada di salah satu asrama di sekolah khusus putra ini. Seorang yeoja berdiri di depan pintu kamarku!

“annyeonghaseyo,” katanya ramah sambil tersenyum. Dia membungkukkan badannya.

Aku buru-buru memasang t-shirt-ku.

“ada yang bisa saya bantu?” tanyaku kaku.

Dia tersenyum lagi padaku.

“lee taemin imnida~ mulai hari ini aku akan tinggal di kamar ini.” katanya padaku sambil tersenyum.

Seorang namja?? Yang benar?

Aku membatin. Kucoba lihat dadanya untuk memastikan apakah benar dia seorang namja.

Rata. Berarti benar dia seorang namja.

Aku jadi kikuk. Kamarku berantakan. Oke, kamar kami karena mulai sekarang aku harus berbagi kamar dengannya. Tapi paling tidak semua barang-barang yang bertebaran ini semuanya barangku.

“ah ye. Silakan. Tempat tidurmu yang itu.” ujarku sambil menunjuk ke kasur yang berada di sebelah kiri ruangan. Sedikit rasa canggung menderaku.

“apa kau kelas satu juga?” tanyanya padaku saat dia masuk. Dilemparkannya ranselnya ke kasur itu dan dia mulai membongkar kopernya.

“ani, aku kelas dua.” jawabku sekenanya.

Mata taemin membesar dengan seketika.

“oh sunbae, mianhamnida.” katanya sambil membungkukkan badan.

“namaku minho. Choi minho.” kataku memperkenalkan diri.

“mannaseo bangapseumnida.” ujarnya sambil membungkuk lagi.

Aku tertawa melihatnya.

“haha, santai saja.” kataku padanya sambil memukul pundaknya pelan.

Dia mengangguk pelan dan tampak sedikit bersalah.

Aku duduk di tempat tidurku sementara dia membereskan barang-barangnya.

Kkotminam namja. Dia bahkan tampak cantik dengan setetes keringat di pelipisnya.

Choi minho! Dia namja! Kendalikan otakmu!

Aku bertengkar dengan otakku sendiri.

“kau masuk divisi apa?” tanyaku padanya untuk mengenyahkan pikiran-pikiran gilaku.

“piano klasik,” jawabnya singkat, “hyung apa?” tanyanya balik sambil menoleh ke arahku. Tangannya masih sibuk memasukkan baju-bajunya ke dalam lemari pakaiannya.

“cello,” ujarku, “beasiswa?” tanyaku lagi padanya.

“ne,” jawabnya sambil mengangguk pelan, “dari mana hyung tahu?”

“murid beasiswa selalu datang lebih cepat dari pada murid reguler,” kataku.

Taemin mengangguk tanda mengerti. Dia kemudian meneruskan pekerjaannya yang tadi terhenti.

Kami terdiam lagi.

“apakah semua kamar di sini ditempati murid yang berbeda kelas dan divisi?” tanyanya kemudian memecah keheningan. Tertangkap oleh mataku lemarinya yang sudah penuh dengan pakaiannya.

“ani,” jawabku, “bisa dari divisi yang sama, seperti dua orang temanku—“

“choi minho~~~,”

Perkataanku terpotong oleh suara key. Pintu kamar ku—maaf, aku selalu lupa—pintu kamar kami menjeblak terbuka saat dia masuk. Jonghyun mengikuti di belakangnya. Mata key membesar saat melihat taemin.

“omona~~ gwiyeowo~~,” key langsung menghambur ke arah taemin dan menciumnya.

Ya, menciumnya. Tepat di bibir.

Aku—dan tentunya jonghyun—dapat melihat mata taemin yang membesar dari balik wajah key. Dia tampak terkejut dan berusaha keras melepaskan dirinya dari key. Anak malang.

Decakan keras terdengar saat key melepas bibirnya dari bibir taemin.

“lembut juga bibirmu, baby~,” kata key sambil menepuk pelan pipi taemin. Key kemudian berjalan ke ujung ruangan, tempat di mana cermin berada dan mulai mematut diri.

“aissh~ bajuku kusut,” gumamnya. Aku mengacuhkannya.

“anak baru?” tanya jonghyun padaku. Taemin masih terlihat syok, karena itu jonghyun bertanya padaku.

“hm,” aku mengangguk, “namanya lee taemin.”

Kulihat taemin yang masih memandang kosong ke dinding di depannya. Aku merasa sedikit iba padanya. Jonghyun mengikuti arah pandanganku. Sementara itu, taemin mulai menggeleng-geleng pelan seperti orang tak sadar.

“kasihan,” ujar jonghyun lagi. Dikeluarkannya lollipop yang dari tadi bersarang di mulutnya. Jonghyun lalu mengintip ke bawah kasurku. Dia mengambil majalah-majalah dewasa yang kuletakkan tepat di bawah kasurku. Sengaja aku buat laci kayu kecil yang menggantung di bawah kasurku untuk meletakkan barang-barang seperti itu.

“tak ada koleksi baru?” ujarnya sambil memeriksa majalah-majalah itu satu-persatu.

“menurutmu?” ujarku sinis.

Jonghyun balas memandangku dengan matanya yang besar. Sedetik kemudian dia mengangkat bahu. Tak lama kemudian, dia mulai menarik napas dalam-dalam. Halaman majalah-majalah itu masih terus dibukanya.

“sepertinya aku butuh waktu sendiri,” kata jonghyun tiba-tiba. Dia segera beranjak dari kasur dan berjalan ke arah pintu.

“ya! Lakukan bersama!” ujar key sambil menyusul jonghyun.

Blam!

Pintu menutup. Meninggalkan aku dan taemin dalam keheningan.

Aku melirik taemin. Dia masih termenung. Mungkin sedang memikirkan nasibnya pada hari pertama di sini.

“itu tadi temanku yang aku mau ceritakan. Mereka dari divisi vokal dan tinggal satu kamar. Yang memakai baju dan vest namanya key dan yang memakai atasan tanpa lengan berwarna hitam namanya jonghyun. Mereka—“

“mianhae, hyung,” potong taemin tiba-tiba, “tapi apakah aku terlihat seperti yeoja separah itu?”

Lama aku baru bisa mencerna pertanyaan taemin. Tapi setelah beberapa detik, baru aku mengerti maksudnya.

“haha,” aku tertawa pelan, “Key adalah kisser terhebat di asrama ini. Dia akan mencium siapa saja yang dianggapnya menarik dan kurasa kau adalah salah satunya”

“apakah dia gay?” tanya taemin cepat.

Aku terkejut mendengar pertanyaannya.

“aniyo! Jangan salah paham dulu!” ujarku cepat, “begini, dia melakukannya hanya untuk kesenangan semata. Kisser dipilih oleh semua penghuni asrama dan tahun lalu key terpilih sebagai kisser di asrama ini. Di sini kisser, prince dan princess dipilih tiap tahun. Key hampir menduduki dua jabatan sekaligus tahun lalu. Hasil suara untuk princess dan kisser nya tertinggi di antara kandidat lainnya,” jelasku.

“princess??” tanya taemin.

Aku tersenyum mendengar nada suaranya yang terdengar heran.

“kau akan mengerti setelah berada cukup lama di sini,” kataku.

Dan kurasa kau yang akan jadi princess untuk tahun ini, taemin, lanjutku dalam hati sambil meliriknya. Wajah kusutnya terlihat sangat menarik.

“sepertinya aku butuh istirahat, hyung,” katanya sambil berjalan ke kasurnya.

“hm,” gumamku meng-iyakan. Kupandangi dia saat berjalan dan kemudian naik ke atas tempat tidurnya. Aku merasa geli sendiri. Mungkin dunia seperti ini dunia yang baru baginya, seperti apa yang kurasakan dulu saat pertama kali menginjakkan kaki di sini.

-Flashback, Author PoV-

“ya! Choi minho!”

Minho berhenti berjalan dan menoleh ke belakang. Jonghyun setengah berlari mendekatinya.

“kupingmu itu tolong dibersihkan! Aku memanggilmu dari tadi, kau tak dengar juga!” ujar jonghyun kesal saat dia sudah sampai di depan minho.

“ada apa?” tanya minho tak peduli.
“kepala asrama menunggumu di ruang baca, sebaiknya kau segera ke sana.” jelas jonghyun.

Alis minho berkerut.

“kepala asrama?” ujarnya, “ada apa memangnya?”

=TBC=